Berita Utama & HeadlineRagam Daerah & Inspirasi Lokal

159 Siswa SMK di Sidikalang Diduga Keracunan MBG, BGN Sumut Tutup SPPG dan Tunggu Hasil Lab

3
×

159 Siswa SMK di Sidikalang Diduga Keracunan MBG, BGN Sumut Tutup SPPG dan Tunggu Hasil Lab

Sebarkan artikel ini

Ketua Fraksi PKB, Zeira Salim Ritonga, menilai dugaan keracunan MBG di Sidikalang bukan kejadian pertama dan harus menjadi bahan evaluasi serius.

Para siswa-siswi SMK HKBP Sidikalang diduga keracunan MBG saat menjalankan perawatan di Rumah Sakit, Kabupaten Dairi. (kedannews.co.id/istimewa)

DAIRI, kedannews.co.id – Ratusan pelajar SMK Swasta HKBP Sidikalang, Kabupaten Dairi, Sumatera Utara, diduga mengalami keracunan makanan usai mengonsumsi program Makanan Bergizi Gratis (MBG). Total 159 siswa dilaporkan mengalami gangguan kesehatan dengan keluhan mual dan muntah.

Peristiwa tersebut terjadi pada Senin, 10 Februari 2026. Para siswa mulai merasakan gejala pada malam hari dan sebagian besar langsung dilarikan ke rumah sakit untuk mendapatkan perawatan medis.

Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) Regional Sumatera Utara, Tengku Agung Kurniawan, menyampaikan keprihatinan atas kejadian tersebut dan memastikan pihaknya telah mengambil langkah penanganan awal.

“Kami turut prihatin atas kejadian yang menimpa siswa SMK HKBP Sidikalang,” ujar Agung kepada wartawan, Rabu (11/2/2026).

Distribusi MBG dari SPPG 3 Sidikalang

Agung menjelaskan, makanan MBG yang dikonsumsi para siswa didistribusikan oleh Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) 3 Sidikalang pada rentang waktu pukul 10.00 hingga 11.00 WIB. Saat pendistribusian berlangsung, kondisi makanan dilaporkan normal.

Namun, gejala gangguan pencernaan mulai dirasakan para siswa sekitar pukul 23.00 WIB di hari yang sama.

“Informasi yang kami terima, gangguan pencernaan mulai dirasakan malam hari,” jelasnya.

Dari total 159 siswa yang terdampak, saat ini 58 orang masih menjalani perawatan, sementara sisanya telah diperbolehkan pulang. Seluruh perawatan dipusatkan di RSUD Sidikalang.

Sebagai langkah antisipasi, BGN Sumut memutuskan menutup sementara operasional SPPG 3 Sidikalang hingga batas waktu yang belum ditentukan.

“Kami menutup sementara SPPG tersebut sambil menunggu hasil uji laboratorium. Hasilnya nanti akan kami sampaikan secara terbuka,” kata Agung.

DPRD Sumut Soroti Pengawasan MBG

Kasus ini mendapat perhatian dari Fraksi PKB DPRD Sumatera Utara. Ketua Fraksi PKB, Zeira Salim Ritonga, menilai dugaan keracunan MBG di Sidikalang bukan kejadian pertama dan harus menjadi bahan evaluasi serius.

“Ini kejadian yang berulang. Pengawasan harus diperketat, jangan hanya bersifat formalitas,” ujar Zeira.

Ia mempertanyakan fungsi pengawasan BGN Sumut, khususnya peran tenaga ahli gizi dan pengawas di setiap SPPG. Menurutnya, makanan yang seharusnya menyehatkan justru berpotensi membahayakan jika pengawasan tidak maksimal.

“Kalau pengawasan berjalan baik, makanan yang disajikan pasti sesuai standar gizi dan aman. Jangan sampai makanan bergizi malah berubah jadi racun,” tegasnya.

Zeira juga meminta evaluasi menyeluruh terhadap kualitas dapur MBG, kelayakan bahan pangan, serta pengecekan masa kedaluwarsa makanan agar kejadian serupa tidak terulang.

“Tujuan program MBG ini sangat baik, untuk meningkatkan gizi anak-anak. Tapi jangan sampai orientasinya hanya bisnis dan mengejar profit,” ucapnya.

Ia mengingatkan, kasus dugaan keracunan seperti ini dapat menimbulkan kekhawatiran di tengah masyarakat, khususnya para orang tua siswa.

“Kalau terus begini, orang tua bisa takut anaknya mengonsumsi MBG. Ini berbahaya dan harus segera dibenahi,” tutup Zeira.