Medan, kedannews.co.id – Seorang mahasiswa perempuan menangis pilu saat meminta keadilan atas kematian ayah kandungnya dalam aksi damai di nuansa peringatan HUT Bhayangkara ke 79 tahun di Polda Sumut.
Aksi damai digelar di depan Markas Polda Sumatera Utara pada Rabu siang, 2 Juli 2025. Massa terdiri dari kelompok Mahasiswa Pemerhati Keadilan Sumatera Utara yang turut membawa spanduk bertuliskan “TANGKAP SEMUA PELAKU, COPOT PENYIDIK LP 591/II/2025”.
Dalam momen penuh haru, Adelia Azzurah—mahasiswa sekaligus anak dari korban dugaan pembunuhan berdarah pada 21 Februari 2025—menangis di depan aparat dan ratusan massa aksi. Dengan suara bergetar dan air mata mengalir deras, ia berkata, “Saya sudah 18 tahun tidak bertemu ayah. Sekali saya dapat kabar, beliau sudah meninggal dunia. Saya mohon, tolong usut sampai tuntas.”
Adelia memohon agar Kapolda Sumut segera menuntaskan kasus yang hingga kini dinilai stagnan, hanya satu orang pelaku yang telah ditetapkan dan belum ada perkembangan berarti. Aksi itu juga disimbolkan dengan pemberian kue ulang tahun untuk Polri dan air mata sebagai bentuk kado pahit dari rakyat.












