Bangkok, kedannews.co.id – Indonesia memperkuat strategi menghadapi perubahan dunia kerja dengan memperluas program peningkatan keterampilan, memperkuat perlindungan sosial pekerja, serta mendorong digitalisasi sistem ketenagakerjaan.
Langkah tersebut dipaparkan Kementerian Ketenagakerjaan (Kemnaker) dalam Pertemuan Pejabat Senior Ketenagakerjaan ASEAN atau Senior Labour Officials Meeting (SLOM) di Bangkok, Thailand, yang berlangsung 23–27 Agustus 2026. Pertemuan itu menjadi bagian dari rangkaian Pertemuan Menteri Ketenagakerjaan ASEAN (ALMM) ke-29.
Berdasarkan informasi dari Biro Humas Kemnaker, Direktur Jenderal Pembinaan Hubungan Industrial dan Jaminan Sosial (PHI dan Jamsos) Kemnaker Indah Anggoro Putri mengatakan, kebijakan Indonesia diarahkan untuk menerjemahkan komitmen ASEAN ke dalam program yang dapat memperkuat daya saing sekaligus melindungi pekerja.
“Indonesia tetap berkomitmen untuk menerjemahkan tujuan Deklarasi ke dalam langkah-langkah yang praktis dan saling memperkuat, guna memastikan tidak ada pekerja yang tertinggal dalam perubahan dunia kerja,” ujar Indah di Bangkok, Senin (24/8/2026).
Salah satu fokus utama pemerintah adalah pengembangan kompetensi tenaga kerja. Program Pemagangan Nasional ditargetkan menjangkau 150 ribu peserta, setelah tahap pertama mencakup 100 ribu lulusan baru perguruan tinggi dengan tingkat penyerapan kerja mencapai 30 persen.
Selain pemagangan, Program Pelatihan Vokasi Nasional (PVN) ditargetkan mampu menjangkau 300 ribu peserta. Pemerintah juga memodernisasi sistem informasi pasar kerja terintegrasi agar kebutuhan industri dapat lebih erat terhubung dengan program pelatihan yang tersedia.












