Internasional

Terima Dubes Finlandia, Wali Kota Medan Paparkan Potensi & Proyek PSEL Sampah Jadi Listrik 2.000 Ton/Hari

5
×

Terima Dubes Finlandia, Wali Kota Medan Paparkan Potensi & Proyek PSEL Sampah Jadi Listrik 2.000 Ton/Hari

Sebarkan artikel ini

Rico Waas: TPA Terjun overload 2029 jika tanpa solusi, investasi digital, infrastruktur cerdas & energi jadi fokus kerja sama Medan-Finlandia

Ket.foto: Wali Kota Medan Rico Waas terima kunjungan Dubes Finlandia Pekka Kaihilahti. Bahas kerja sama PSEL sampah jadi listrik 2.000 ton/hari, transformasi digital, dan investasi infrastruktur.

MEDAN,KedanNews.co.id – Wali Kota Medan Rico Tri Putra Bayu Waas menerima kunjungan kehormatan Duta Besar Finlandia untuk Indonesia H.E. Pekka Kaihilahti di Balai Kota, Kamis 18 Juni 2026. Pertemuan strategis ini membahas peluang investasi besar mulai dari transformasi digital, infrastruktur cerdas, hingga solusi darurat pengelolaan sampah kota.

Salah satu topik utama adalah proyek Pengelolaan Sampah Menjadi Energi Listrik PSEL di Tempat Pembuangan Akhir TPA Terjun. Rico Waas mengungkapkan Medan menghadapi tantangan besar dengan produksi sampah mencapai 1.500 ton per hari.

Untuk mengatasi persoalan itu, Pemko Medan mendapat bantuan Pemerintah Pusat membangun fasilitas pengolahan sampah jadi energi. Proyek PSEL diklaim mampu memproses hingga 2.000 ton sampah per hari. Energi listrik yang dihasilkan nantinya langsung dialirkan ke jaringan PLN.

“Jika tidak ada solusi konkret, pada tahun 2029 lahan TPA Terjun diprediksi akan penuh dan overload. Oleh karena itu, proyek mengubah sampah menjadi energi ini perlu segera dieksekusi,” kata Rico Waas.

Selain lingkungan, Rico Waas juga memaparkan program prioritas di bidang pendidikan dan kesejahteraan masyarakat. Salah satunya pengembangan Sekolah Rakyat untuk anak dari keluarga kurang mampu dan program makan bergizi gratis MBG.

“Program tersebut telah memberikan dampak positif terhadap perkembangan karakter dan kepercayaan diri para siswa. Di samping itu, pemerintah juga terus memperkuat program makan bergizi gratis yang ditargetkan menjangkau ratusan ribu anak di Kota Medan,” ungkapnya.

Wali Kota juga memperkenalkan potensi Medan sebagai kota multikultural yang kaya agama, suku, budaya, dan kuliner. Sebagai kota terbesar di Sumatera, Medan didukung infrastruktur memadai seperti Pelabuhan Belawan dan Kawasan Industri Medan KIM.

“Sebagai kota terbesar di Sumatera, pertumbuhan ekonomi Kota Medan mencapai 6,5%. Kekuatan utama Medan terletak pada pusat logistik, transportasi, dan pergudangan, gerbang maritim strategis yang berhadapan langsung dengan jalur perdagangan internasional seperti Malaysia, Singapura, Myanmar, Kamboja, dan China,” jelas Rico Waas.

Dubes Finlandia H.E. Pekka Kaihilahti menyambut baik keterbukaan Medan. Ia menekankan Finlandia dan Indonesia punya kesamaan visi meski berjauhan geografis.

Pekka menegaskan komitmen raksasa teknologi asal negaranya. Energi dan Nokia kini fokus pada infrastruktur telekomunikasi digital, Artificial Intelligence AI, siber, hingga pusat data center.

“Filosofi kami adalah kemitraan jangka panjang. Kami tidak ingin bekerja sendiri, dan kami sangat ingin memperluas kerja sama ini langsung ke tingkat daerah seperti Kota Medan,” ujar Pekka Kaihilahti.

Pertemuan ini diharapkan jadi awal kerja sama konkret Medan-Finlandia, terutama dalam penanganan sampah, transformasi digital, dan peningkatan kualitas hidup warga.