MEDAN, kedannews.co.id β Gagasan pembangunan penjara khusus bagi pelaku korupsi yang menjadi bagian dari Asta Cita Presiden Prabowo Subianto dinilai belum terealisasi secara optimal. Hingga kini, program tersebut masih sebatas wacana meskipun upaya penindakan kasus korupsi terus berjalan di berbagai daerah.
Forum Alumni Badan Eksekutif Mahasiswa (FABEM) Sumatera Utara mendorong Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa untuk segera mengalokasikan anggaran pembangunan penjara khusus koruptor sebagai bentuk dukungan nyata terhadap program pemberantasan korupsi nasional.
Ketua DPW FABEM Sumut, Rinno Hadinata, menegaskan bahwa langkah konkret dari Kementerian Keuangan sangat dibutuhkan agar program tersebut tidak berhenti pada tataran wacana.
βMenteri Purbaya harusnya segera menyiapkan anggaran untuk pembangunan penjara khusus koruptor ini. Agar asta cita pemberantasan korupsi Presiden Prabowo dapat berjalan dengan baik,β ujar Rinno saat ditemui di Livory Coffee, Jalan Sei Serayu, Medan, Jumat 3 April 2026.
Menurut Rinno, upaya pemberantasan korupsi sejauh ini telah berjalan melalui lembaga penegak hukum seperti Kejaksaan RI dan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), termasuk hingga ke tingkat daerah. Namun, ia menilai perlu adanya langkah lanjutan berupa pembangunan fasilitas pemasyarakatan khusus guna memberikan efek jera yang lebih kuat.












