Hukum & Kriminal

Polda Sumut Jamin Keamanan Jumat Agung hingga Paskah, Gereja hingga Jalur Wisata Dijaga Ketat

4
×

Polda Sumut Jamin Keamanan Jumat Agung hingga Paskah, Gereja hingga Jalur Wisata Dijaga Ketat

Sebarkan artikel ini

Sterilisasi gereja, patroli berlapis, dan pengamanan jalur liburan disiapkan untuk memastikan ibadah dan mobilitas masyarakat tetap aman selama long weekend keagamaan

Kabid Humas Polda Sumut Kombes Pol Ferry Walintukan. (kedannews.co.id/Foto: Ist)

MEDAN, kedannews.co.id – Kepolisian Daerah Sumatera Utara (Polda Sumut) bersama polres jajaran memastikan pelaksanaan ibadah Jumat Agung di berbagai gereja pada Jumat berjalan aman, tertib, dan lancar, di tengah meningkatnya mobilitas masyarakat pada momentum libur panjang akhir pekan keagamaan.

Pengamanan tersebut akan terus dilanjutkan hingga Hari Paskah pada Minggu (5/4), termasuk pengawasan di jalur wisata dan pusat keramaian di sejumlah daerah di Sumatera Utara.

Situasi keamanan yang kondusif pada pelaksanaan Jumat Agung menjadi fokus utama kepolisian, agar umat Kristiani dapat menjalankan ibadah dengan tenang, nyaman, dan penuh kekhusyukan. Aparat disiagakan di gereja-gereja prioritas melalui pola pengamanan terbuka dan tertutup, mulai dari penjagaan pintu masuk, pengawasan area parkir, patroli di sekitar rumah ibadah, hingga pengaturan arus lalu lintas jemaat.

Kabid Humas Polda Sumut, Kombes Pol Ferry Walintukan, menegaskan bahwa pengamanan Jumat Agung tidak hanya berorientasi pada aspek fisik, tetapi juga menjamin kelancaran seluruh rangkaian ibadah tanpa gangguan kamtibmas.

“Fokus utama kami adalah memastikan umat Kristiani dapat melaksanakan ibadah Jumat Agung dengan aman, nyaman, dan lancar. Kehadiran personel di lapangan merupakan bentuk pelayanan Polri agar masyarakat benar-benar merasakan perlindungan negara pada momentum keagamaan yang sakral ini,” kata Ferry Walintukan.

Ia menjelaskan bahwa pengamanan dilakukan secara menyeluruh oleh Polda Sumut bersama seluruh polres jajaran dengan pendekatan kesiapsiagaan, pelayanan humanis, serta antisipasi dini terhadap potensi gangguan keamanan.

Di Kota Medan, pengamanan diperkuat melalui langkah sterilisasi sejumlah gereja oleh personel Satuan Brimob Polda Sumut, khususnya tim penjinak bom (Jibom) dan unsur pendukung lainnya. Upaya preventif ini dilakukan guna memastikan lokasi ibadah bebas dari benda mencurigakan maupun potensi ancaman sebelum jemaat memasuki area gereja.

Sterilisasi dilakukan secara menyeluruh, meliputi ruang ibadah, altar, kursi jemaat, lorong, halaman, hingga area parkir. Langkah ini menjadi bagian penting untuk menjamin keamanan sejak sebelum ibadah dimulai hingga seluruh rangkaian kegiatan selesai.

Secara umum, pelaksanaan ibadah Jumat Agung di sejumlah wilayah di Sumatera Utara hingga Jumat sore terpantau berlangsung kondusif dan lancar. Jemaat mengikuti ibadah dengan khidmat, sementara aparat kepolisian bersama unsur pengamanan internal gereja terus melakukan pemantauan situasi.

Laporan dari jajaran kewilayahan juga menunjukkan bahwa pola pengamanan serupa diterapkan di berbagai daerah, termasuk wilayah Deli Serdang dan sekitarnya.

Menurut Ferry Walintukan, pengamanan tidak berhenti pada Jumat Agung. Polda Sumut telah menyiapkan pola pengamanan lanjutan untuk Hari Paskah pada Minggu, 5 April 2026, mengingat masih tingginya potensi kehadiran jemaat di sejumlah gereja.

Ia menyatakan bahwa pengamanan akan terus dilakukan hingga seluruh rangkaian ibadah Paskah selesai, dengan tujuan menjaga situasi tetap aman dan kondusif.

“Pengamanan akan terus berlanjut sampai seluruh rangkaian ibadah Paskah selesai. Kami ingin memastikan situasi tetap aman dan ibadah pada Minggu nanti juga berjalan tertib, khidmat, dan lancar,” ujarnya.

Selain fokus pada rumah ibadah, kepolisian juga memperluas pengamanan ke aktivitas masyarakat selama akhir pekan, terutama di kawasan wisata, jalur favorit liburan, pusat rekreasi keluarga, serta simpul lalu lintas yang diperkirakan mengalami peningkatan arus kendaraan sejak Jumat hingga Minggu.

Pengamanan ini dinilai penting karena momentum Jumat Agung dan Paskah tahun ini beririsan dengan long weekend yang berpotensi meningkatkan kunjungan wisata keluarga.

Polda Sumut menilai pengamanan akhir pekan harus dilakukan secara terpadu, mengingat mobilitas masyarakat tidak hanya terpusat di rumah ibadah, tetapi juga bergeser ke lokasi wisata setelah rangkaian ibadah selesai.

Oleh karena itu, pengamanan diarahkan untuk mengantisipasi kemacetan, kepadatan parkir, potensi gangguan kamtibmas, hingga risiko kecelakaan lalu lintas di jalur padat.

Ferry Walintukan juga menyampaikan bahwa pihaknya memberi perhatian pada kelancaran mobilitas masyarakat selama libur panjang. Ia menambahkan bahwa pengamanan tidak hanya difokuskan pada gereja, tetapi juga pada arus pergerakan masyarakat secara umum.

“Karena ini long weekend, kami juga menaruh perhatian pada kelancaran mobilitas masyarakat, termasuk ke kawasan wisata. Jadi yang kami jaga bukan hanya gereja, tetapi juga arus pergerakan masyarakat secara umum agar semuanya tetap aman dan nyaman,” katanya.

Dengan pengamanan berlapis sejak Jumat Agung hingga Hari Paskah, Polda Sumut memastikan seluruh aktivitas masyarakat, baik beribadah, bersilaturahmi, maupun berwisata, dapat berlangsung dalam suasana aman, tertib, dan kondusif.

Hingga Jumat malam, situasi kamtibmas di wilayah Sumatera Utara dilaporkan tetap aman dan terkendali. Aparat kepolisian akan terus melakukan pemantauan hingga seluruh rangkaian ibadah Paskah dan aktivitas akhir pekan masyarakat selesai.