Hukum & Kriminal

Demo Mahasiswa Tuntut Keterbukaan Tugas Wakil Bupati Tulungagung Dalam 100 Hari Kerja

15
×

Demo Mahasiswa Tuntut Keterbukaan Tugas Wakil Bupati Tulungagung Dalam 100 Hari Kerja

Sebarkan artikel ini
AMPTI Berdoa bersama di pendopo rumah dinas Wakil Bupati Tulungagung. Kamis ( 24/2/2022). (Foto/Humas).
AMPTI Berdoa bersama di pendopo rumah dinas Wakil Bupati Tulungagung. Kamis ( 24/2/2022). (Foto/Humas).

Tulungagung, kedannews.com – Sejumlah orang yang tergabung di Aliansi Mahasiswa Tulungagung Indonesia (AMTI) melakukan
Demonstrasi di depan rumah dinas wakil Bupati (Wabup) Tulungagung Gatut Sunu Wibowo, Kamis ( 24/2/2022) sore cukup menegangkan.

Demo tersebut digelar dalam rangka menuntut Keterbukaan 100 hari kerja Wakil Bupati Tulungagung di nilai gagal.

Lantaran tak kunjung keluar, mahasiswa masuk ke dalam rumah dinas berusaha menemui Wakil Bupati yang ternyata tidak ada. Teriakan mahasiswa meminta ” Wabup keluar” sempat terjadi kericuhan tetapi bisa ditenangkan oleh sejumlah aparat yang berjaga.

Dengen membentangkan sepanduk bertuliskan ” Wakil Bupati Tidur Nyenyak”, aliansi mahasiswa Tulungagung Indonesia ( AMTI) menggelar do’a bersama yang ditujukan kepada wakil Bupati Gatut Sunu Wibowo yang dianggap tidur dalam menjalankan tugasnya.

Ketua Aliansi Mahasiswa Tulungagung Indonesia ( AMTI) Bagus Akbar mengatakan bahwa kedatangannya untuk menuntut janji 100 hari kerja. Karena satu satunya organisasi di saat kursi Wakil Bupati Tulungagung kosong AMTI lah yang turun ke jalan.

“Sekarang sudah berjalan 100 hari terbukti tidak ada perubahan signifikan. Hanya merasa begini begini saja, kita tidak mau melepaskan tanggung jawab kepada Wakil Bupati sendiri, kami turut mengawal mensukseskan terselenggaranya azas umum pemerintahan yang baik”, ucapnya.

Diungkapkan Bagus Akbar , AMTI tidak melihat dari aspek hukum melainkan dari aspek sosialnya. ” Kita tidak mau Wakil Bupati dijadikan sebagai simbol atau sebagai gambar saja, Wakil Bupati harus punya peran strategis yang nyata dijalankan, tidak hanya sekedar hadir sana hadir sini tetapi tidak punya karakter di masyarakat. Fakta dilapangan tidak ada kebijakan atau diskresi tentang hal hal yang bersentuhan langsung dengan masyarakat”.

Lantas bagaimana dengan janji Wakil Bupati saat pelantikan menyatakan akan mengentaskan kemiskinan di Kabupaten Tulungagung. fakta dilapangan sama sekali tidak terlaksana.

Secara organisasi AMPTI sudah mengucapkan selamat dan berkirim surat guna meminta Wakil Bupati Gatut Sunu Wibowo bekerja dengan baik, namun sampai sekarang tidak ada tanggapan. Ini membuktikan jika Wakil Bupati Tingagung tidak peduli dengan masyarakat.

” Kami tidak kenal dengan Wakil Bupati, akan tetapi hadirnya kita di sini mewakili bagian dari elemen masyarakat punya tanggung jawab untuk memberikan Kabupaten Tulungagung yang lebih baik”, tuturnya.

Disebutnya, “seorang Gatut Sunu Wibowo menjabat sebagai wakil Bupati hingga tahun 2023, jangan sampai semua kegiatan atau acara yang dihadiri menjadi asal ikut.

Masyarakat menunggu hasil kerja Wakil Bupati yang dipilih DPRD Tulungagung nantinya seperti apa. Bagus berpesan, “100 hari adalah waktu untuk evaluasi , setelah ini kami akan berkirim surat lag careki agar Wakil Bupati mengevaluasi sistem kinerjanya secara total”, tutupnya.

Penulis: Gusty Indah
Editor: Mery Ismail, S.Sos

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *