Politik & Pemerintahan

Dengarkan Keluhan Warga Terdampak Longsor, Bobby Nasution Akan Bangunkan Sumur Bor di Tapanuli Selatan

6
×

Dengarkan Keluhan Warga Terdampak Longsor, Bobby Nasution Akan Bangunkan Sumur Bor di Tapanuli Selatan

Sebarkan artikel ini

Pemprov Sumut Pastikan Ketersediaan Air Bersih dan Relokasi Warga Korban Bencana

Gubernur Sumatera Utara (Sumut) Bobby Afif Nasution bersama Bupati Tapanuli Selatan Gus Irawan Pasaribu, serta jajaran OPD meninjau lokasi kebun karet milik PTPN IV di desa Hapesong, Sabtu (20/12/2025) (kedannews.co.id / Foto : Istimewa).

TAPANULI SELATAN, Kedannews.co.id– Gubernur Sumatera Utara (Sumut) Muhammad Bobby Afif Nasution memastikan akan membangun sumur bor untuk memenuhi kebutuhan air bersih warga Kampung Durian, Desa Huta Godang, Kabupaten Tapanuli Selatan (Tapsel), yang terdampak bencana longsor dan banjir.

Komitmen tersebut disampaikan Bobby Nasution saat mendengarkan langsung keluhan warga dalam kunjungannya ke Kampung Durian, Sabtu (20/12/2025). Pascabencana longsor dan banjir yang terjadi pada akhir November 2025, warga setempat mengalami kesulitan mendapatkan air bersih karena sejumlah sumur rusak dan tertimbun material longsor.

“Kita akan suplai air bersih terlebih dahulu, kemudian kita bangunkan sumur bor agar kebutuhan air bersih warga bisa terpenuhi,” ujar Bobby Nasution.

Selain berdampak pada fasilitas air bersih, bencana longsor di Kampung Durian juga menimbulkan korban jiwa dan kerusakan parah pada permukiman warga. Tercatat sebanyak 26 orang meninggal dunia, sementara puluhan rumah mengalami rusak berat bahkan hilang tertimbun material longsor.

Bobby Nasution menyampaikan bahwa pemerintah juga merencanakan relokasi rumah-rumah warga yang terdampak demi keselamatan ke depan. Lokasi relokasi, menurutnya, akan ditentukan melalui musyawarah bersama warga agar sesuai dengan kebutuhan dan kondisi sosial masyarakat.

“Rumah-rumah warga yang rusak juga akan kita relokasi. Lokasinya nanti akan kita tentukan bersama, tergantung kesepakatan warga. Kita berharap langkah ini bisa mengurangi beban saudara-saudara kita yang terdampak bencana,” kata Bobby.

Salah seorang warga Kampung Durian, Maya, menyampaikan harapannya agar lokasi relokasi tidak terlalu jauh dari tempat tinggalnya saat ini. Maya mengaku kehilangan ayah, ibu, dan adiknya akibat longsor tersebut, serta masih menjalani pendidikan di bangku sekolah.

“Kalau direlokasi, maunya masih dekat dari sini. Kami sudah lama tinggal di sini, banyak kenangan, dan saya juga masih sekolah,” ujar Maya yang saat ini duduk di kelas III SMP.

Selain persoalan air bersih, Kepala Dusun Kampung Durian, Wawan, menyampaikan adanya keluhan terkait kelistrikan di salah satu rumah warga. Ia menyebutkan tegangan listrik yang terlalu tinggi menyebabkan kerusakan sejumlah perangkat elektronik.

“Selain air yang masih sulit, ada satu rumah yang listriknya kelebihan arus sehingga barang-barang elektronik rusak. Kalau di rumah lain, di awal-awal saja, sekarang sudah normal,” ungkap Wawan.

Sebelumnya, Gubernur Bobby Nasution juga meninjau lokasi rencana pembangunan hunian tetap (Huntap) bagi korban bencana di Kabupaten Tapanuli Selatan yang berlokasi di Kebun Hutapesong, PTPN IV. Di kawasan tersebut direncanakan akan dibangun lebih dari 200 unit hunian tetap untuk masyarakat terdampak bencana longsor dan banjir.

Langkah-langkah tersebut diharapkan dapat mempercepat pemulihan kehidupan warga serta memastikan kebutuhan dasar masyarakat terdampak bencana dapat terpenuhi secara berkelanjutan.