Selain itu, Edy juga menyampaikan optimismenya terhadap PSMS Medan. Dengan susunan pemain, pelatih dan manajer saat ini, PSMS Medan akan lolos liga satu. “Saya percaya kepada coach (pelatih) dengan jajarannya,” kata Edy, yang juga Komisaris PT Kinantan Medan Indonesia itu.
Tidak hanya itu, Edy menyebut PSMS sebagai heritage Sumut. Klub yang lahir sejak 1950 ini memiliki nilai sejarah yang cukup panjang. PSMS dipandang sebagai klub sepakbola teratas di Indonesia sejak dulu.
“Jadi PSMS itu adalah heritage, PSMS itu lahir 5 tahun setelah kemerdekaan. Dan telah membuat harum nama sepakbola di nasional hingga Asia, ” ujarnya.
Edy berharap PSMS dapat terus menanjak. Sehingga dapat mengharumkan Sumut. “Saya berharap kalian tak boleh lagi turun. Kalian harus berusaha untuk terus menjaga skuad ini,” ujarnya.
Dikatakan juga, membesarkan PSMS adalah implementasi cintanya kepada Sumut. “Hanya orang-orang yang tidak bermartabat yang menginginkan PSMS ini hancur,” katanya.
Pada kesempatan tersebut dikenalkan jersey yang akan digunakan PSMS pada liga dua yang dimulai 30 Agustus 2022 tersebut. Ada tiga jenis warna hijau, hitam dan putih. Tampak nama tiga sponsor Bank Sumut, PDAM Tirtanadi dan Inalum. Jersey yang digunakan diproduksi oleh Adhoc Apparel.
Selain itu dikenalkan juga susunan pemain, pelatih dan manajemen PSMS. Adapun nama pemain di antaranya Ikhwan Tuharea, Dodi Irawan, Andri Muliadi, Andre Oki Sitepu, Yoseph Ostatika Malau, Joko Susilo, Mohammad Krisna Sektiawan, Hari Habrian, Abdul Rohim, Adixi Lenzivio, Hasbi Ilyasa, Muhammad Fardan Azmin Harahap, Martua Sandeno Sidabutar, Richard Turnip dan lainnya












