Medan, kedannews.com β Gubernur Sumatera Utara (Sumut) Edy Rahmayadi meminta kaum intelektual yang tergabung dalam organisasi Persatuan Intelegensia Kristen Indonesia (PIKI) untuk memberikan manfaat bagi keberlangsungan kehidupan masyarakat, sehingga menjadi berkah bagi umat.
Demikian disampaikan Gubernur Edy Rahmayadi saat menerima audiensi Dewan Pimpinan Daerah (DPD) PIKI Sumut di ruang kerjanya, Kantor Gubernur Jalan Pangeran Diponegoro Nomor 30 Medan, Selasa (10/1). Hadir di antaranya, Staf Ahli Binsar Situmorang, Kepala Biro Perekonomian Naslindo Sirait sekaligus juga Ketua DPD PIKI Sumut, serta jajaran pengurus PIKI Sumut.
Dalam pertemuan itu, Gubernur menyebutkan bahwa dari segi sumber daya alam (SDA), provinsi ini merupakan daerah yang kaya. Sebagaimana sering disampaikan, perlunya keseriusan mengelolanya agar bisa bermanfaat bagi kesejahteraan dan kemaslahatan masyarakat.
Ia pun membandingkan kondisi tersebut dengan Negara Singapura yang bisa berkembang tanpa penopang kekayaan alam yang memadai seperti Indonesia. βTentu kita perlu berpikir jernih dan objektif. Tak wajar bila Sumatera Utara ini tidak bisa mensejahterakan rakyatnya. Jadi pertanyaannya, apa yang harus kita lakukan untuk itu,β ujar Gubernur.
Keberadaan PIKI yang berisi para kaum intelektual Kristen, merupakan potensi agar dapat mendorong meningkatnya kualitas pendidikan masyarakat secara umum. Sehingga pembangunan, dapat berjalan dan mendapat penerimaan dari masyarakat dengan pikiran objektif dan lebih maju. Bukan dengan sinisme atau sentimen kelompok, ras dan parsial.
βSaya sudah bertemu dan bicara dengan Ephorus. Banyak kita yang ke gereja, atau rumah ibadah lainnya. Tetapi karena susah untuk berpikir positif dan objektif, menghambat kemajuan kita. Apalagi bicara dengan orang-orang cerdas, tentu harus objektif,β jelasnya.
Karenanya, Gubernur meminta agar para intelektual yang tergabung di jajaran DPD PIKI Sumut untuk tidak memunculkan sikap egoisme atau terkotak-kotak berdasarkan kelompok. Karena menurutnya, banyak yang justru memanfaatkan nama agama dengan urusan pemerintahan.
βInilah kita, harus menjadi bisa menjadi berkat bagi orang lain. Seperti anda yang diberikan beras, jika itu diolah menjadi makanan dan dibagikan kepada orang lain, itulah dia berkat. Tetapi kalau disimpan saja, apalagi sampai busuk, itu yang tak berkat,β sebut Edy Rahmayadi.












