Sementara itu, Dinas Kominfo Sumut sebagai panitia bidang Humas telah melakukan publikasi dan sosialisasi di berbagai media. “Jadi masyarakat harus juga tahu perhelatan akbar ini, sehingga kegiatan ini berjalan sukses dan lancar,” kata Ilyas.
Direktur Jenderal Informasi dan Komunikasi Publik Usman Kansong mengatakan penyelenggaraan F1 Powerboat merupakan salah satu upaya pemerintah merevitalisasi kepariwisataan di Danau Toba. Pemerintah akan memperbanyak event yang ada di Danau Toba salah satunya F1 Powerboat.
“Apalagi Sumut ini dekat dengan negara tetangga Singapura dan Malaysia,” kata Usman.
Selain itu, pembenahan infrastruktur juga dilakukan guna membuat wisatawan menghabiskan waktunya lebih lama di Danau Toba. Oleh sebab itu, pembenahan harus dilakukan. Pada perhelatan F1 Powerboat nanti diperkirakan para pembalap akan menghabiskan waktu beberapa hari di Danau Toba.
“Bahkan ada atlet F1 yang mau extend seminggu,” kata Usman.
Asisten Deputi Pengembangan Pariwisata Berkelanjutan Kemenko Marves Kosmas Harefa mengatakan manfaat F1 Powerboat ini lebih besar untuk masyarakat di Kawasan Danau Toba. Berbeda dengan Moto GP Mandalika, masyarakat di sepanjang Teluk Balige bisa memanfaatkan kesempatan tersebut.
“Jadi kawasan sepanjang Teluk Balige itu strategis semua, yang punya lahan siapa? Masyarakat, artinya uang akan langsung ke masyarakat beda sama Mandalika,” kata Kosmas.












