Humaniora & Agama

Gebyar Nuzulul Qur’an di Lapas Kelas I Medan, Final MTQ Lapas dan Rutan Se-Sumut Berlangsung Khidmat

0
×

Gebyar Nuzulul Qur’an di Lapas Kelas I Medan, Final MTQ Lapas dan Rutan Se-Sumut Berlangsung Khidmat

Sebarkan artikel ini

Rangkaian kegiatan pembinaan spiritual warga binaan dirangkai santunan anak yatim dan dihadiri pejabat pemasyarakatan serta tokoh agama

Lembaga Pemasyarakatan Kelas I Medan menggelar Final Musabaqah Tilawatil Qur’an (MTQ) Lapas dan Rumah Tahanan Negara se-Sumatera Utara, Kamis (12/03/2026). (kedannews.co.id/Aris)

MEDAN, kedannews.co.id – Lembaga Pemasyarakatan Kelas I Medan menggelar Final Musabaqah Tilawatil Qur’an (MTQ) Lapas dan Rumah Tahanan Negara se-Sumatera Utara yang dirangkaikan dengan Gebyar Nuzulul Qur’an serta pemberian santunan kepada anak yatim. Kegiatan tersebut berlangsung di Masjid At-Taubah Lapas Kelas I Medan, Kamis (12/03/2026).

Kegiatan ini merupakan bagian dari program pembinaan kepribadian bagi Warga Binaan Pemasyarakatan (WBP) melalui pendekatan keagamaan, sekaligus memperingati momentum turunnya Al-Qur’an yang memiliki makna penting bagi umat Islam, khususnya dalam meningkatkan keimanan dan ketakwaan.

Acara tersebut dihadiri Kepala Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Pemasyarakatan Sumatera Utara, Yudi Suseno, Kepala Lapas Kelas I Medan, Fonika Affandi beserta jajaran, Kepala Dinas Pendidikan Kota Medan, Danramil Sunggal, Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kota Medan, Sekretaris Umum Dewan Masjid Indonesia Kota Medan, para dewan hakim MTQ, perwakilan Lapas dan Rutan se-Sumatera Utara yang mengikuti babak final, tokoh agama, tamu undangan, serta keluarga para finalis MTQ.

Rangkaian kegiatan diawali dengan pembukaan acara yang dilanjutkan dengan pembacaan ayat suci Al-Qur’an. Selanjutnya, para peserta terbaik dari berbagai Lapas dan Rumah Tahanan Negara di wilayah Sumatera Utara mengikuti babak final Musabaqah Tilawatil Qur’an.

Final MTQ ini menjadi wadah bagi warga binaan untuk menunjukkan kemampuan membaca Al-Qur’an sekaligus memperkuat kecintaan terhadap kitab suci umat Islam tersebut. Kegiatan ini juga dinilai menjadi bagian dari proses pembinaan spiritual bagi para peserta selama menjalani masa pembinaan di lembaga pemasyarakatan.

Selain pelaksanaan lomba MTQ, kegiatan juga diisi dengan pemberian santunan kepada anak-anak yatim. Santunan tersebut diberikan sebagai bentuk kepedulian sosial serta wujud semangat berbagi dalam momentum bulan suci Ramadan.

Kepala Lapas Kelas I Medan, Fonika Affandi, mengatakan kegiatan MTQ dan peringatan Nuzulul Qur’an memiliki peran penting dalam pembinaan mental dan spiritual warga binaan.

“Melalui kegiatan MTQ dan peringatan Nuzulul Qur’an ini, kami berharap dapat menumbuhkan kecintaan terhadap Al-Qur’an, memperkuat nilai keimanan dan ketakwaan, serta membentuk karakter warga binaan yang lebih baik sehingga menjadi bekal positif ketika kembali ke tengah masyarakat,” ujar Fonika Affandi.

Ia juga menambahkan bahwa pembinaan keagamaan menjadi salah satu pendekatan yang terus dikembangkan di lingkungan pemasyarakatan untuk membentuk pribadi yang lebih baik bagi para warga binaan.

Sementara itu, Kepala Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Pemasyarakatan Sumatera Utara, Yudi Suseno, dalam sambutannya memberikan apresiasi terhadap pelaksanaan kegiatan tersebut.

Menurutnya, kegiatan keagamaan seperti MTQ dan peringatan Nuzulul Qur’an dapat menjadi sarana penting dalam memperkuat pembinaan spiritual bagi warga binaan.

Ia menilai kegiatan tersebut tidak hanya meningkatkan kemampuan membaca Al-Qur’an, tetapi juga menanamkan nilai-nilai moral dan spiritual yang diharapkan dapat menjadi bekal positif bagi warga binaan setelah menyelesaikan masa pembinaan.

Kegiatan Gebyar Nuzulul Qur’an dan Final MTQ Lapas dan Rutan se-Sumatera Utara ini kemudian ditutup secara resmi oleh Kepala Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Pemasyarakatan Sumatera Utara.

Seluruh rangkaian acara berlangsung khidmat, tertib, dan penuh kebersamaan. Kegiatan tersebut juga didokumentasikan sebagai bagian dari laporan program pembinaan kepribadian di Lapas Kelas I Medan.