TAPANULI TENGAH,Kedannews.co.id β Pembangunan Hunian Tetap (Huntap) bagi korban bencana hidrometeorologi di Sumatera Utara (Sumut) resmi dimulai. Wakil Gubernur (Wagub) Sumut Surya berharap pembangunan Huntap tersebut dapat diselesaikan tepat waktu agar segera dapat dihuni oleh masyarakat terdampak bencana.
Pada tahap awal, Kementerian Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP) akan membangun ratusan unit hunian di sejumlah daerah terdampak. Rinciannya, sebanyak 200 unit Huntap dibangun di Kota Sibolga, 118 unit di Kabupaten Tapanuli Tengah, 103 unit di Kabupaten Tapanuli Utara, serta 227 unit di Kabupaten Tapanuli Selatan.
Untuk lokasi pembangunan, di Kota Sibolga Huntap dibangun di area GOR Sibolga, di Tapanuli Tengah berlokasi di Kawasan Asrama Haji Pinangsori, di Tapanuli Utara berada di Desa Sibalanga, serta di Tapanuli Selatan di Kebun Hapesong PTPN IV. Pemerintah menargetkan seluruh hunian tersebut selesai dan siap dihuni pada awal tahun 2026.
Wagub Surya menyampaikan harapannya saat mendampingi Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman Maruarar Sirait dan Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian pada kegiatan peletakan batu pertama (groundbreaking) Huntap di lahan Asrama Haji Pinangsori, Tapanuli Tengah, Minggu (21/12/2025).
βKita berharap Huntap ini selesai tepat waktu sehingga bisa langsung dihuni oleh warga kita yang terdampak bencana. Dengan begitu, mereka tidak perlu lagi tinggal di pengungsian,β ujar Surya.
Surya juga mengajak masyarakat terdampak untuk bersabar serta turut berpartisipasi dalam mendukung percepatan pembangunan Huntap. Ia menekankan pentingnya kolaborasi semua pihak, mulai dari pemerintah pusat dan daerah hingga unsur TNI, Polri, BNPB, serta elemen masyarakat lainnya.
βPemprov Sumut sangat berterima kasih kepada Kementerian PKP, Mendagri, TNI, Polri, pihak swasta, organisasi kemasyarakatan, dan seluruh masyarakat yang bahu-membahu merehabilitasi permukiman penduduk terdampak bencana. Kami berharap para korban bersabar, karena Presiden terus memonitor perkembangan pemulihan bencana di Sumut,β katanya.
Sementara itu, Menteri PKP Maruarar Sirait menegaskan bahwa negara hadir secara penuh dalam upaya pemulihan daerah terdampak bencana, termasuk di Sumatera Utara. Ia menyebutkan bahwa seluruh kekuatan pemerintah telah dikerahkan untuk membantu masyarakat.
βNegara hadir. Presiden mengerahkan semua kekuatan, baik koordinasi maupun keuangan. Kita harus kompak membantu rakyat. Mari kita bekerja cepat, bahkan lebih cepat dari biasanya,β ujar Maruarar Sirait yang akrab disapa Ara.
Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian menambahkan bahwa pemerintah akan membantu seluruh rumah warga yang terdampak bencana, baik yang mengalami kerusakan ringan, sedang, maupun berat. Khusus untuk rumah yang rusak berat atau hilang, pemerintah akan membangunkan hunian tetap tanpa membebani masyarakat korban bencana.
βSemua rumah masih dalam proses pendataan. Yang rusak ringan dan sedang akan dibantu pembiayaannya, sedangkan yang rusak berat atau hilang akan dibangunkan hunian tetap seperti yang hari ini kita lakukan groundbreaking,β kata Tito.
Tito juga mengungkapkan bahwa total pembangunan hunian tetap korban bencana di wilayah Sumatera mencapai lebih dari 2.600 unit, yang tersebar di Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat. Pembangunan tersebut dilakukan tanpa membebani Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) maupun Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD).
Ia menjelaskan bahwa Yayasan Buddha Tzu Chi turut membantu pembangunan lebih dari 2.000 unit rumah, ditambah dukungan dari pribadi Menteri PKP Maruarar Sirait, sebagai bentuk gotong royong dan kepedulian terhadap masyarakat terdampak bencana.












