Berita Utama & HeadlinePolitik & Pemerintahan

Kadis BMBK: Pemenang Tender Jalan MYC Rp2,7 T ‘Diikat’ Gandeng Kontraktor Lokal

8
×

Kadis BMBK: Pemenang Tender Jalan MYC Rp2,7 T ‘Diikat’ Gandeng Kontraktor Lokal

Sebarkan artikel ini
Bambang pardede. Sabtu (29/01/2022). (Foto/Humas)
Bambang pardede. Sabtu (29/01/2022). (Foto/Humas)

Medan, kedannews.com – Kepala Dinas BMBK (Bina Marga dan Bina Kontruksi) Provsu Bambang Pardede mengatakan, pemenang tender atau lelang proyek jalan MYC (Multi Yeara Contrac) sebesar Rp2,7 T ‘diikat’ atau wajib kerjasama menggandeng kontraktor lokal.

“Saya juga memikirkan kontraktor lokal dalam proyek multi years ini, dengan membuat persyaratan khusus,” ujar Bambang Pardede kepada wartawan, Sabtu (29/01/2022) di Medan, terkait adanya keresahan kontraktor lokal seolah-olah tidak dilibatkan, karena proyek MYC Rp2,7 triliun menggunaakan paket tunggal (satu paket)

Dia juga merasakan adanya keresahan teman-teman daerah (kontraktor lokal) tidak dapat proyek tersebut, karena paket tunggal, sehingga dibuat catatan sebagai persyaratan khusus bagi setiap pemenang tender. Dimana kontraktor pemenang wajib bekerjasama dengan kontraktor lokal sesuai rekomendasi KPA (Kuasa Pengguna Anggaran).

“Kontraktor lokal ini saya libatkan melalui asosiasi konstruksi yang terakreditasi, seperti Lembaga Pengembangan Jasa Konstruksi (LPJK),
Asosiasi Kontraktor Indonesia (AKI), Asosiasi Profesi Tenaga Terampil dan Ahli Indonesia (APTA Indonesia), Asosiasi Pengusaha dan Pemilik Alat Konstruksi Indonesia (APPAKSI)

Asosiasi Masyarakat Baja Indonesia (AMBI), Gabungan Pengusaha Konstruksi Nasional (GABPEKNAS), tapi tolong yang bagus dan bertanggungjawab. Itu kami yang konsep. Tapi Gubernur terus mengingatkan apa sudah sesuai aturan,” ujarnya.

Mantan Kepala BBJS I ini menyebutkan, proyek jalan MYC satu paket ini dianggarkan tahun ini 2022 dananya Rp500 milyar, tahun 2023 debesar Rp1,5 triliun dan tahun 2024 Rp700 milyar. “Pertanyaannya, kenapa satu paket. Kalau dibuat 10 paket, tahun ini dengan dana yang tersedia Rp500 milyar, berarti per paket Rp50 milyar uang yang tersedia untuk masing-masing kontrak, tapi dia harus bekerja untuk Rp180 milyar, karena 67 persen itu pekerjaan di tahun 2022, 33 persen di tahun 2023, fisiknya hanya 18 bulan setara Rp1800 milyar. Apakah kira-kira ada yang mau mengerjakannya. Karena itu, biarlah kontraktor yang mampu – mampu itu melakukannya”ujarnya.

Dalam proses tender, Bambang memastikan tidak ingin mengintervensi dan tidak membiarkan mafia tender. Bahkan Gubsu minta pelelangan dilalukan secara fair dan juga mengingatkan, agar jangan mencuri, kerja yang lurus, permintaanku kerja bagus. Kalau pak Wagub berpesan kedepakan spesifikasi jangan kerja yang tidak benar.

Disinggung proyek MYC harus ada persetujuan DPRD Sumut, Bambang menyebutkan, pihaknya tidak masuk ke ranah tersebut, meski sudah ditandatangani antara Gubsu dan DPRD Sumut. “Proyek tahun jamak sampai masa jabatan Gubsu boleh lewat, sepanjang itu strategis dan itu sudah ada SK-nya, klausul untuk lewat 2023, sudah ada,” ujarnya.

Karena itu, Bambang minta masyarakat, media massa, kejaksaan dan kepolisian, LSM mengawasi proyek MYC ini, agar tidak terjadi korupsi. “Saya buat sistem informasi dan pengawasan saya buat modifikasi, seperti laporan mingguan tidak lagi bulanan, sehingga gubernur dan wakil gubernur dapat memantau. Pemda juga akan melibatkan
menggerakkan PU-nya mengawasi proyek ini didaerahnya,”ujarnya.

Penulis : Mery Ismail, S.sos
Editor : Mery Ismail, S.sos