TNI & Polri / Keamanan & Pertahanan

Kodam I/BB Tuntaskan Pembangunan Jembatan Bailey di Langkat, Akses Dua Desa Kembali Terhubung

6
×

Kodam I/BB Tuntaskan Pembangunan Jembatan Bailey di Langkat, Akses Dua Desa Kembali Terhubung

Sebarkan artikel ini

Pengerjaan jembatan dilakukan secara intensif setiap hari dengan melibatkan personel dari Yonzipur 1/DD, Yonzikon 14/SWS, Yonzipur 11/DW, serta dukungan Babinsa Koramil 07/Stabat Kodim 0203/Langkat.

Truk melintas jembatan bailey di Kabupaten Langkat, Sumatera Utara. (kedannews.co.id/Pendam I/Bukit Barisan)

Medan, kedannews.co.id – Satuan Tugas Penanggulangan Bencana Alam Kodam I/Bukit Barisan menuntaskan pembangunan jembatan bailey di Kabupaten Langkat, Sumatera Utara, sebagai upaya memulihkan konektivitas antardesa pascabencana alam.

Jembatan tersebut menghubungkan Desa Besilam Bukit Lembasa, Kecamatan Wampu, dengan Desa Banjaran Raya, Kecamatan Padang Tualang, dan kini sudah dapat dilalui kendaraan maupun masyarakat.

Kepala Penerangan Kodam I/Bukit Barisan Kolonel Inf Asrul Kurniawan Harahap mengatakan, pembangunan jembatan bailey ini merupakan bentuk komitmen TNI dalam membantu percepatan pemulihan akses transportasi dan aktivitas warga terdampak bencana.

β€œMelalui Satgas Gulbencal, TNI hadir memberikan dukungan nyata agar konektivitas wilayah kembali normal dan roda perekonomian masyarakat dapat bergerak kembali,” ujar Asrul di Medan, Jumat (23/1/2026).

Ia menjelaskan, pengerjaan jembatan dilakukan secara intensif setiap hari dengan melibatkan personel dari Yonzipur 1/DD, Yonzikon 14/SWS, Yonzipur 11/DW, serta dukungan Babinsa Koramil 07/Stabat Kodim 0203/Langkat.

Dalam proses pembangunannya, Satgas Gulbencal Kodam I/BB mengerahkan berbagai peralatan dan material, di antaranya dump truck, crane, yap crane, kendaraan dinas, serta material jembatan bailey tipe 2-1.

Jembatan bailey tersebut memiliki panjang 30 meter dan lebar 3,65 meter, dilengkapi papan lantai, balok pengapit, serta plat lantai. Rangka jembatan juga dicat dengan warna merah putih.

β€œHingga Kamis (22/1), pembangunan jembatan dinyatakan selesai 100 persen dan siap digunakan untuk mendukung mobilitas serta aktivitas masyarakat di wilayah perbatasan kedua desa,” kata Asrul.