Berita Utama & HeadlineRagam Daerah & Inspirasi Lokal

Korban Banjir Aceh Utara yang Hilang Sejak November Ditemukan Tewas di Kebun Warga

13
×

Korban Banjir Aceh Utara yang Hilang Sejak November Ditemukan Tewas di Kebun Warga

Sebarkan artikel ini

Berdasarkan ciri-ciri yang dikenali oleh keluarga dan warga setempat, kerangka tersebut dipastikan merupakan Mawardiah yang hilang saat bencana banjir bandang

Polisi bersama warga saat mengevakuasi jenazah korban banjir yang ditemukan dalam kebun warga, di Aceh Utara, Kamis (22/1/2026). (kedannews.co.id/Polres Aceh Utara)

Aceh Utara, kedannews.co.id – Seorang warga Aceh Utara yang sempat dilaporkan hilang akibat banjir bandang pada akhir November 2025 akhirnya ditemukan dalam kondisi meninggal dunia. Korban bernama Mawardiah (18) ditemukan di area kebun warga di Gampong Biram Rayeuk, Kecamatan Tanah Jambo Aye, Kamis (22/1/2026).

Kapolsek Tanah Jambo Aye AKP Agus Alfian Halomoan Lubis mengatakan, korban merupakan warga Gampong Lhok Reudeup yang terseret arus banjir sejak 27 November 2025.

“Korban sebelumnya dilaporkan hilang saat banjir bandang. Setelah dilakukan identifikasi, jenazah yang ditemukan dipastikan atas nama Mawardiah,” kata AKP Agus, Jumat (23/1/2026).

Penemuan bermula ketika pemilik kebun bernama Asnawi melihat benda mencurigakan menyerupai kaki manusia di lahannya. Setelah diperiksa lebih dekat, benda tersebut ternyata merupakan kerangka tubuh manusia.

Asnawi kemudian melaporkan temuan itu kepada warga sekitar, yang selanjutnya diteruskan ke pihak kepolisian. Personel Polsek Tanah Jambo Aye mendatangi lokasi untuk melakukan pemeriksaan awal.

Berdasarkan ciri-ciri yang dikenali oleh keluarga dan warga setempat, kerangka tersebut dipastikan merupakan Mawardiah yang hilang saat bencana banjir bandang melanda wilayah tersebut beberapa bulan lalu.

“Setelah identitas dipastikan, kerangka korban dievakuasi bersama warga dan langsung dibawa ke rumah duka,” ujar AKP Agus.

Dengan ditemukannya korban, pencarian terhadap Mawardiah resmi dihentikan. Aparat kepolisian mengimbau masyarakat tetap waspada terhadap potensi bencana hidrometeorologi, terutama di wilayah rawan banjir.