
Habis sudah harapan untuk biaya hidup dan anak sekolah, sampai sekarang tidak pernah ada perhatian dari pihak perusahaan, ungkap Sirait.
Hal yang sama diungkapkan salah seorang warga di Dusun Sekar Melati, Kuala Sikasim, Paiman, tidak hanya tanaman padi yang ikut mati, rumput dan ikan juga ikut mati.
“Semenjak beroperasinya pabrik tapioka kami setiap tahun mengalami hal semacam ini. Ada dua perusahaan yang berada di hulu parit ini, tapioka dan PKS mini,” jelas Paiman.
Pabrik tapioka tidak punya kolam penampung limbah, kalau hujan lebat dan banjir limbahnya kami yang menampung, sebut Paiman.
“Air boring kami juga ikut terimbas bau dan berubah warna, dan gatal,” jelasnya.
Pihak perusahaan pabrik tapioka belum bersedia dikonfirmasi wartawan, karena tidak janji untuk bertemu, kata petugas Satpam.
Masyarakat dan petani berharap agar Pemkab Batu Bara, dan pihak terkait menindak tegas kepada perusahaan yang nakal, membuang limbah sembarangan.
Penulis: Sholeh Pelka
Editor: Zultaufik












