Ragam Daerah & Inspirasi Lokal

Lubang Raksasa di Aceh Tengah Terus Membesar, Ancaman Belah Kampung Kian Nyata

17
×

Lubang Raksasa di Aceh Tengah Terus Membesar, Ancaman Belah Kampung Kian Nyata

Sebarkan artikel ini

Haili berharap pemerintah provinsi hingga pusat turun tangan bersama Pemkab Aceh Tengah untuk menangani persoalan ini secara komprehensif.

Foto udara situasi perkebunan milik warga yang amblas di jalan lintas Kecamatan Desa Pondok Balik, Kecamatan Ketol, Aceh Tengah, Aceh, Selasa (14/1/2026). (Antara/Nova Wahyudi)

ACEH TENGAH, kedannews.co.id – Fenomena lubang raksasa di Desa Pondok Balik, Kecamatan Ketol, Kabupaten Aceh Tengah, kian mengkhawatirkan. Longsoran tanah di lokasi tersebut terus meluas dari hari ke hari dan kini mengancam permukiman warga.

Pemerintah Kabupaten Aceh Tengah pun bergerak cepat dengan melibatkan tim teknis untuk mencari langkah antisipasi agar bencana tidak merembet hingga ke perkampungan.

Bupati Aceh Tengah Haili Yoga mengatakan, pihaknya telah menggelar rapat bersama tenaga ahli guna mengkaji penyebab longsoran yang telah memutus akses jalan lintas tersebut.

“Setiap hari pergerakannya makin berat dan bergeser. Kalau ini tidak segera diantisipasi, kawasan ini bisa terbelah,” ujar Haili, Jumat (30/1/2026).

Menurutnya, longsoran di wilayah tersebut sebenarnya telah terjadi sejak 2013, namun dalam beberapa bulan terakhir kondisinya semakin parah. Bahkan, badan jalan yang sebelumnya masih bisa dilalui kini putus total.

“Itu sangat riskan. Sebelumnya jaraknya masih sekitar 500 meter dari kampung. Sekarang sudah mendekat. Kalau bertambah 500 meter lagi, longsoran bisa masuk ke desa,” katanya.

Haili berharap pemerintah provinsi hingga pusat turun tangan bersama Pemkab Aceh Tengah untuk menangani persoalan ini secara komprehensif.

“Kami tidak bisa bekerja sendiri. Ini perlu kolaborasi agar tidak melebar ke wilayah lain,” tegasnya.

Sementara itu, Kepala Pelaksana BPBD Aceh Tengah, Andalika, menjelaskan lubang raksasa tersebut bukan amblesan tanah mendadak seperti sinkhole, melainkan akibat pergerakan tanah yang berlangsung perlahan dan berkelanjutan.

“Data Dinas ESDM Aceh menunjukkan longsoran sudah mencapai luas sekitar 27.000 meter persegi dan terus bertambah setiap tahun,” ungkap Andalika.

Hasil kajian geologi menyebutkan, wilayah longsoran berada pada lapisan tanah jenuh air dengan material vulkanik yang mudah mengalirkan air, sehingga pergerakan tanah tergolong sangat aktif.

“Wilayah ini masuk kategori zona rawan tinggi pergerakan tanah. Diperlukan penanganan struktural dan non-struktural secara segera dan berkelanjutan,” jelasnya.

Saat ini, Pemkab Aceh Tengah telah menyiapkan jalur alternatif bagi warga setelah jalan lintas Blang Mancung–Simpang Balik tidak dapat dilalui akibat longsoran tersebut.