Politik & Pemerintahan

Maraknya Obat Bebas dan Produk Rumahan, Pemprov Sumut Perkuat Peran BBPOM

8
×

Maraknya Obat Bebas dan Produk Rumahan, Pemprov Sumut Perkuat Peran BBPOM

Sebarkan artikel ini

Tren Penggunaan Rokok Elektrik di Kalangan Remaja Turut Menjadi Perhatian Serius

Pj. Sekdaprov Sumut, Sulaiman Harahap menerima Audiensi Kepala Balai Besar Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) di Medan, Mojaza Sirait di ruang kerjanya, Selasa (6/1/2026). (kedannews.co.id/Aris)

MEDAN, kedannews.co.id – Penguatan sinergi antara Pemerintah Provinsi Sumatera Utara dan Balai Besar Pengawas Obat dan Makanan (BBPOM) di Medan dinilai krusial untuk melindungi masyarakat dari ancaman obat dan makanan yang tidak aman. Di tengah meningkatnya peredaran obat bebas, kosmetik rumahan, hingga produk pangan olahan, lemahnya pengawasan berpotensi menimbulkan dampak kesehatan serius, mulai dari resistensi antibiotik hingga paparan zat berbahaya.

Keseriusan tersebut tercermin dalam pertemuan Penjabat Sekretaris Daerah Provinsi Sumut, Sulaiman Harahap, dengan Kepala BBPOM Medan, Mojaza Sirait, di Kantor Gubernur Sumut, Selasa (6/1/2026). Pertemuan ini tidak hanya membahas koordinasi kelembagaan, tetapi juga merespons kekhawatiran masyarakat atas keamanan produk yang dikonsumsi sehari-hari.

Sulaiman menegaskan, penggunaan obat tanpa resep, terutama antibiotik, masih menjadi persoalan nyata di lapangan. Jika dibiarkan, kebiasaan ini dapat memicu resistensi obat yang pada akhirnya merugikan masyarakat luas karena menurunkan efektivitas pengobatan.

โ€œPengawasan obat dan makanan tidak bisa ditunda lagi. Semua obat, khususnya antibiotik, harus digunakan sesuai resep dokter. Penertiban ini mungkin tidak nyaman bagi sebagian pihak, namun ini penting demi keselamatan masyarakat,โ€ ujar Sulaiman.

Dampak lain yang disoroti adalah menjamurnya produk kosmetik rumahan yang belum tentu memenuhi standar keamanan. Tanpa pengawasan ketat, masyarakat berisiko terpapar bahan kimia berbahaya yang dapat menyebabkan iritasi kulit, gangguan kesehatan jangka panjang, hingga keracunan.

Selain itu, tren penggunaan rokok elektrik di kalangan remaja turut menjadi perhatian serius. Cairan vape yang tidak terawasi berpotensi disalahgunakan dengan campuran zat adiktif atau narkotika, yang dapat merusak kesehatan generasi muda dan memperluas persoalan sosial.

โ€œYang kami khawatirkan adalah penyalahgunaan narkoba dalam cairan vape. Jika ini tidak diawasi secara ketat, dampaknya bisa sangat luas, terutama bagi anak-anak muda,โ€ tegas Sulaiman.

Sebagai langkah perlindungan langsung kepada masyarakat, Pemprov Sumut mendorong dilaksanakannya razia gabungan bersama Dinas Kesehatan dan BBPOM, terutama menjelang hari besar keagamaan ketika peredaran makanan dan obat biasanya meningkat. Langkah ini diharapkan dapat mencegah beredarnya produk kedaluwarsa, ilegal, maupun berbahaya di tengah masyarakat.

Sementara itu, Kepala BBPOM Medan Mojaza Sirait menyatakan pihaknya siap memperkuat pengawasan dari hulu ke hilir. Salah satu fokus utama adalah memastikan Program Makan Bergizi Gratis berjalan sesuai standar keamanan pangan, sehingga manfaat program benar-benar dirasakan masyarakat tanpa menimbulkan risiko kesehatan.

BBPOM juga mendorong edukasi berkelanjutan kepada apoteker dan tenaga medis agar penggunaan antibiotik lebih rasional, sekaligus memperketat pengawasan distribusi bahan baku obat dan pangan. Sinergi dengan pemerintah daerah diharapkan mampu menciptakan rasa aman bagi masyarakat dalam mengonsumsi obat dan makanan sehari-hari.