Tak ketinggalan, Pati TNI AD abituren Akmil 1990 ini juga memastikan keberadaan Yayasan Bukit Barisan Peduli ini sudah mengikuti ketentuan hukum dan perundang-undangan yang berlaku di Tanah Air. Bahkan akuntabilitas keuangan yayasan juga diaudit secara berkala per 6 bulan oleh auditor independen.
“Mari, kita yang mempelopori aplikasi ini, kita juga yang akan membesarkan dan menyukseskannya. Karena apa yang terkumpul ini bukan untuk kepentingan pribadi satuan, tapi kepentingan pribadi dalam urusan agama,” tegas Mayjen Daniel Chardin.
Selesai launching aplikasi Kibar Peduli, Pangdam melakukan vidcon dengan satuan jajaran di wilayah. Di antaranya Kodim 0318/Natuna, Kodim 0309/Solok Kodim 0303/Bengkalis, serta Korem 023/Kawal Samudera.
Kepada para Komandan Satuan di wilayah, Mayjen Daniel Chardin meminta untuk mensosialisasikan aplikasi Kibar Peduli ini kepada prajurit.
“Nanti para Dandim serta Danrem menyosialisasikan ke prajurit, yakni kita beramal melalui zakat, infaq, sedekah dan donasi yang hasilnya bisa dimanfaatkan untuk optimalisasi pelaksanaan tugas Pembinaan Teritorial. Dan jelaskan juga kepada prajurit, bila sudah beramal melalui aplikasi ini, maka dirinya tidak lagi hanya Prajurit Kodam I/BB, tapi juga Prajurit Tuhan di dunia,” pesan Mayjen Daniel Chardin.
Di penghujung acara, Pangdam menyerahkan zakat fitrah dirinya bersama istri dan dua anak kepada panitia zakat Kodam I/BB. Zakat fitrah yang diberikan Pangdam berupa beras sebanyak 2,7 Kg per orang. Beras bebas pestisida ini merupakan hasil panen petani Yayasan Bukit Barisan Peduli.
Hadir di acara, antara lain Kasdam, Irdam, Kapoksahli, Kapuskopkar A Bukit Barisan, Kolonel Arh Toto Raharjo selalu Ketua Dewan Pembina Yayasan Kibar Peduli, para PJU Kodam I/BB, perwakilan dari Gubsu, Kapoldasu, Danlantamal I Belawan, Dankosek I Medan, unsur Forkopimda Sumut dan Kota Medan, para ketua ormas Islam, para tokoh agama, para rektor, jajaran direksi BUMN/BUMD, serta tamu undangan lainnya.












