Ragam Daerah & Inspirasi Lokal

Pemuda Hanyut di Sungai Kualuh Hulu Ditemukan Meninggal, Tim SAR Gabungan Lakukan Evakuasi

2
×

Pemuda Hanyut di Sungai Kualuh Hulu Ditemukan Meninggal, Tim SAR Gabungan Lakukan Evakuasi

Sebarkan artikel ini

Operasi tersebut melibatkan unsur TNI, Polri, BPBD, relawan, serta masyarakat setempat. Kerja sama lintas instansi ini dinilai sangat membantu mempercepat proses pencarian hingga korban akhirnya ditemukan.

Kantor Pencarian dan Pertolongan (Basarnas) Kelas A Medan bersama tim SAR gabungan mengevakuasi pria yang hanyut di Sungai Kualuh Hulu Kabupaten Labuhanbatu Utara. (kedannews.co.id/dokumen Basarnas)

Medan, kedannews.co.id – Tim SAR gabungan berhasil mengevakuasi seorang pemuda yang hanyut di Sungai Kualuh Hulu, Kabupaten Labuhanbatu Utara. Korban ditemukan dalam kondisi meninggal dunia setelah beberapa hari pencarian.

Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan Medan, Hery Marantika, mengatakan korban bernama Bambang (28), warga Kecamatan Kualuh Leidong, ditemukan pada Senin (16/2/2026) sekitar 500 meter dari lokasi awal kejadian.

Menurutnya, peristiwa tersebut bermula saat korban bersama teman-temannya beraktivitas di sekitar sungai pada Sabtu (14/2). Saat hendak menyeberang dengan berenang, korban tidak mampu melawan derasnya arus sehingga terseret.

“Warga di lokasi sempat melakukan pencarian secara manual, namun belum membuahkan hasil. Kejadian kemudian dilaporkan kepada Basarnas Medan,” ujarnya.

Setelah menerima laporan, tim dari Pos SAR Tanjung Balai Asahan langsung diterjunkan untuk melakukan operasi pencarian. Proses pencarian dilakukan dengan menyisir aliran sungai menggunakan perahu karet serta pemantauan di sepanjang bantaran sungai.

Operasi tersebut melibatkan unsur TNI, Polri, BPBD, relawan, serta masyarakat setempat. Kerja sama lintas instansi ini dinilai sangat membantu mempercepat proses pencarian hingga korban akhirnya ditemukan.

Pihak Basarnas juga menyampaikan duka cita kepada keluarga korban sekaligus mengapresiasi seluruh pihak yang terlibat dalam operasi tersebut. Setelah dievakuasi, jenazah korban diserahkan kepada keluarga untuk proses pemakaman.

Basarnas mengimbau masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan saat beraktivitas di sekitar sungai, terutama di musim hujan ketika debit air meningkat dan arus menjadi lebih deras.

“Kami juga mengingatkan orang tua agar selalu mengawasi anak-anak. Sungai bukan tempat bermain yang aman, khususnya saat kondisi air tinggi,” kata Hery.

Peristiwa ini menjadi pengingat penting bagi masyarakat agar selalu memperhatikan keselamatan ketika beraktivitas di perairan, terutama di wilayah yang rawan arus kuat.