Ragam Daerah & Inspirasi Lokal

Pencari Lokan di Simeulue Tewas Diterkam Buaya, Warga Diminta Waspada

2
×

Pencari Lokan di Simeulue Tewas Diterkam Buaya, Warga Diminta Waspada

Sebarkan artikel ini

Warga bersama aparat kepolisian dan anggota TNI dari Koramil setempat berupaya melepaskan korban menggunakan kayu, tali, dan peralatan seadanya.

Warga bersama polisi dan TNI mengevakuasi korban diterkam buaya saat mencari lokan di Simeulue, Aceh, Minggu (16/2/2026). (kedannews.co.id/istimewa)

Simeulue, kedannews.co.id – Seorang wanita pencari lokan di Kabupaten Simeulue, Aceh, dilaporkan meninggal dunia setelah diterkam buaya saat beraktivitas di sungai. Peristiwa tragis tersebut terjadi di Sungai Luan Boya, Kecamatan Teluk Dalam, Minggu (15/2/2026).

Kapolsek Teluk Dalam, Zainur, mengatakan korban berinisial JW (35), seorang ibu rumah tangga warga Desa Bulu Hadek. Saat kejadian, korban diketahui sedang mencari lokan atau sejenis kerang bersama rekannya di sekitar sungai.

Menurutnya, pihak kepolisian menerima laporan korban hilang sekitar pukul 11.00 WIB setelah diduga diserang buaya. Mendapat informasi tersebut, personel Polsek bersama masyarakat langsung melakukan pencarian di sepanjang aliran sungai.

“Pencarian dilakukan dengan menyisir lokasi kejadian. Korban akhirnya ditemukan dalam kondisi berada di cengkeraman buaya di pinggir sungai,” ujarnya.

Proses evakuasi berlangsung dramatis. Warga bersama aparat kepolisian dan anggota TNI dari Koramil setempat berupaya melepaskan korban menggunakan kayu, tali, dan peralatan seadanya. Setelah berhasil dilepaskan, korban ditemukan dalam kondisi sudah meninggal dunia.

Jenazah korban kemudian diserahkan kepada pihak keluarga untuk proses pemakaman sesuai syariat Islam.

Pihak kepolisian mengimbau masyarakat yang beraktivitas di sekitar sungai, seperti mencari kerang, memancing, mandi, atau mencuci, agar lebih berhati-hati. Selain itu, aparat desa dan Bhabinkamtibmas diminta meningkatkan patroli di wilayah rawan kemunculan buaya.

Sementara itu, Camat Teluk Dalam, Andrik Dasandra, juga mengingatkan warga untuk menghindari aktivitas di lokasi yang berpotensi menjadi habitat buaya, termasuk sungai dan muara di wilayah tersebut.

Pemerintah kecamatan dan desa setempat akan terus memberikan sosialisasi kepada masyarakat guna mencegah kejadian serupa terulang. Keselamatan warga menjadi prioritas, mengingat interaksi manusia dengan satwa liar semakin meningkat di sejumlah wilayah pesisir dan perairan.