Tidak hanya soal informasi hoax dugaan suap, Gandi menilai, upaya Wakil Ketua Umum Partai Gelora Fahri Hamzah, yang terkesan menantang KPK untuk mengusut persoalan hutang – piutang Rp50 Miliar, yang menyeret nama Anies Baswedan.
“Fahri Hamzah sebagai tokoh intelektual tidak seharusnya melemparkan isu panas itu melalui media sosial. Apalagi sampai menantang KPK untuk mengusutnya, itu semua sangat tidak masuk akal sehat,” tegasnya.
Gandi menduga, Fahri Hamzah melakukan itu untuk menaikkan elektabilitas diri maupun partai. Sehingga, tantangan yang diberikan Fahri Hamzah tersebut, tidak perlu direspon oleh kalangan masyarakat.
“Kenapa tidak perlu direspons? Soalnya, ini sudah menyangkut masalah hutang piutang. Jadi tidak baik jika Fahri Hamzah menantang pimpinan KPK tersebut. Isu yang dibangun Fahri Hamzah bisa menimbulkan opini miring, dan mempengaruhi pemilu 2024,” pungkasnya.
Penulis: Aris
Editor: Cut Riri












