Medan, kedannews.co.id – Upaya pemulihan pasca-banjir di Kabupaten Tapanuli Tengah terus dilakukan. Salah satu fokus penanganan diarahkan pada fasilitas pendidikan, menyusul terdampaknya SDN 155678 Hutanabolon 2 di Kecamatan Tukka akibat genangan air dan lumpur sisa banjir.
Sejak Minggu, satuan tugas Penanggulangan Bencana Alam (Gulbencal) Kodam I/Bukit Barisan mengintensifkan pembersihan area sekolah agar proses belajar mengajar dapat segera kembali berlangsung. Material lumpur yang menutupi ruang kelas dan halaman sekolah menjadi perhatian utama agar lingkungan belajar kembali aman dan layak digunakan.
Kegiatan pembersihan ini melibatkan personel gabungan dari Kodim 0211/Tapanuli Tengah, Yon Arhanud 11/WBY, Yon TP, serta Yonif 125/Simbisa. Sejumlah peralatan manual seperti sekop, cangkul, angkong, dan sapu dikerahkan, didukung alat berat berupa satu unit ekskavator, dump truck, serta dua mobil pemadam kebakaran untuk mempercepat pengangkatan lumpur.
“Kegiatan tersebut merupakan wujud kepedulian TNI dalam membantu pemulihan sarana pendidikan setelah bencana, sehingga aktivitas belajar mengajar dapat kembali berjalan normal,” ujar Kapendam I/Bukit Barisan Kolonel Infanteri Asrul Kurniawan Harahap di Medan, Minggu (18/1/2026).
Ia menegaskan pembersihan dilakukan secara cepat dan menyeluruh agar siswa dapat kembali bersekolah dengan rasa aman. “Sekolah harus segera kembali berfungsi agar anak-anak bisa belajar dengan aman dan nyaman,” ucapnya.
Selain pemulihan fasilitas pendidikan, Satgas Gulbencal juga mengoptimalkan distribusi bantuan logistik serta melakukan pendampingan langsung kepada warga terdampak banjir dan longsor. Langkah ini dilakukan untuk memastikan masyarakat dapat segera kembali menjalankan aktivitas sehari-hari secara normal.
Kodam I/Bukit Barisan menyatakan komitmennya untuk terus berada di tengah masyarakat dalam situasi darurat kebencanaan. “Melalui Satgas Gulbencal TNI AD terus hadir di tengah masyarakat untuk membantu pemulihan pasca-bencana,” kata Asrul.
Ke depan, pemantauan lanjutan terhadap kondisi sekolah dan lingkungan sekitar akan terus dilakukan guna memastikan tidak ada hambatan lanjutan terhadap proses pendidikan di wilayah terdampak bencana tersebut.












