
Ketua PWI Sumut, Farianda Putra Sinik yang hadir dalam acara penutupan kegiatan tersebut mengatakan, melaksanakan kegiatan UKW bukanlah pekerjaan yang mudah. Harus mampu melobi dan meyakini berbagai pihak.
Untuk itulah dirinya sangat menyayangkan apabila ada peserta yang sudah terdaftar, tapi tidak hadir saat pelaksanaan ujian. Sebab, mereka yang tidak hadir tanpa alasan jelas, tentunya merugikan orang lain yang punya keinginan untuk ikut tapi belum ada kesempatan.
“Kalau tidak siap tidak usah mendaftar. Sebab, anggaran kegiatan ini dipertanggungjawabkan. Kalau tidak hadir, kan sayang anggarannya,” katanya.
Farianda juga meminta kepada para jajarannya ke depan agar mempersiapkan dengan sebaik-baiknya saat pelaksanaan Pra UKW. Sehingga mereka yang mengikuti uji kompetensi tidak gugup.
“Kalau kita sudah gugup, jadi stres. Apa yang diujikan tidak nampak. 10 orang tidak lulus. Ini akan jadi evaluasi kami ke depan. Saya, juga akan siapkan 3 orang untuk proses pemberkasan kedepannya. Jadi, tidak jadi masalah saat pengiriman berkas ke dewan pers nantinya,” jelasnya.
Sementara itu, mewakili Ketua PWI Pusat, Dedy Syahputra mengatakan, dalam mewujudkan pelaksanaan UKW ini banyak kerja keras yang dilakukan. Dirinya mengucapkan terima kasih kepada Pemko Medan atas respon yang diberikan.
Sejatinya, UKW ini untuk meningkatkan kualitas dan sumber daya manusia. Mengingat, pers adalah pilar keempat di negara ini.
“Sebagai pilar keempat tentunya pers memiliki power disamping fungsinya sebagai kontrol sosial. Mereka yang sudah berkompeten tentunya kritik yang diberikan lebih elegan. UKW ini juga untuk mengecas kembali kemampuan. Untuk itu saya berharap apa yang menjadi tujuan UKW ini terlaksana,” katanya.












