Hukum & Kriminal

Akibat Bakar Sampah, Rumah Lansia di Simalungun Hangus Dilalap Api

4
×

Akibat Bakar Sampah, Rumah Lansia di Simalungun Hangus Dilalap Api

Sebarkan artikel ini

Kerugian Material Ditaksir Capai Rp100 Juta

Polisi melalukan olah tempat kejadian perkara (TKP) kebakaran rumah di Huta III Baja Dolok, Nagori Baja Dolok, Kecamatan Tanah Jawa, Kabupaten Simalungun. (kedannews.com/Arya)

SIMALUNGUN, kedannews.co.id – Sebuah rumah milik warga lanjut usia di Kabupaten Simalungun hangus terbakar setelah api diduga berasal dari aktivitas pembakaran sampah. Peristiwa kebakaran tersebut terjadi di Huta III Baja Dolok, Nagori Baja Dolok, Kecamatan Tanah Jawa, Selasa sore (6/1/2026), sekitar pukul 16.30 WIB.

Rumah yang terbakar diketahui milik Tugiman (84), seorang lansia yang tinggal di bangunan semi permanen berdinding papan. Kebakaran pertama kali diketahui warga setelah melihat kepulan asap tebal disertai api yang muncul dari bagian dapur rumah korban.

Kapolsek Tanah Jawa, Kompol Asmon Bufitra, mengatakan pihaknya menerima laporan kebakaran dari masyarakat dan langsung mengerahkan personel ke lokasi kejadian untuk melakukan pengecekan serta pengamanan tempat kejadian perkara (TKP).

“Begitu menerima laporan, personel Polsek Tanah Jawa langsung turun ke lokasi untuk memastikan situasi dan mengamankan TKP,” ujar Asmon.

Menurutnya, sebelum petugas pemadam kebakaran tiba, warga sekitar bersama aparat kepolisian sempat berupaya memadamkan api dengan peralatan seadanya. Namun, api dengan cepat membesar karena material bangunan rumah yang mudah terbakar.

“Api terlihat pertama kali berasal dari dapur rumah korban. Kami bersama warga mencoba memadamkan api sambil menunggu mobil pemadam kebakaran,” katanya.

Petugas pemadam kebakaran dari Pemerintah Kabupaten Simalungun kemudian tiba di lokasi dan melakukan pemadaman menggunakan dua tangki air. Api akhirnya berhasil dikendalikan dan dipadamkan sekitar 20 menit kemudian, sehingga tidak merembet ke rumah warga lainnya.

Dari hasil pemeriksaan awal dan keterangan keluarga korban, kebakaran diduga kuat dipicu oleh aktivitas pembakaran sampah di belakang rumah. Api yang semula kecil diduga menjalar ke bagian dapur, lalu membesar hingga membakar seluruh bangunan.

“Anak korban menyampaikan bahwa sebelum kejadian, korban sempat membakar sampah. Api kemudian merembet ke dapur dan memicu kebakaran,” jelas Asmon.

Dalam peristiwa tersebut tidak ada korban jiwa maupun luka-luka. Tugiman dipastikan selamat, meskipun harus kehilangan tempat tinggal dan seluruh harta bendanya.

Akibat kebakaran itu, satu unit rumah semi permanen beserta seluruh isinya ludes terbakar. Kerugian material ditaksir mencapai sekitar Rp100 juta.

Pihak kepolisian mengimbau masyarakat agar lebih berhati-hati saat melakukan pembakaran sampah, terutama di sekitar permukiman padat dan bangunan yang mudah terbakar, guna mencegah kejadian serupa terulang.