Berita Utama & HeadlineHukum & Kriminal

Avanza Ditabrak KA Sri Bilah Utama di Tebing Tinggi, 9 Orang Meninggal Dunia

13
×

Avanza Ditabrak KA Sri Bilah Utama di Tebing Tinggi, 9 Orang Meninggal Dunia

Sebarkan artikel ini

Rombongan tersebut sebelumnya berangkat dari Deli Serdang untuk menghadiri acara keluarga di Kabupaten Batu Bara

Kondisi mobil Avanza ringsek berat di lokasi kejadian, Rabu (21/1/2026). (kedannews.co.id/ist)

Tebing Tinggi, kedannews.co.id – Kecelakaan maut terjadi di perlintasan kereta api tanpa palang pintu di Lingkungan III, Kelurahan Tebing Tinggi, Kecamatan Padang Hilir, Kota Tebing Tinggi, Rabu (21/1/2026) petang. Sebuah mobil Toyota Avanza ditabrak Kereta Api Sri Bilah Utama, mengakibatkan sembilan orang tewas.

Peristiwa nahas itu terjadi sekitar pukul 18.30 WIB. Mobil Toyota Avanza bernomor polisi BK 1657 ABP, yang dikemudikan Abdul Kadir (43) warga Medan Marelan, membawa delapan penumpang dari Deli Serdang menuju Kota Tebing Tinggi. Saat melintasi rel kereta api tanpa palang pintu, mobil tersebut dihantam KA Sri Bilah Utama U54 CC 2018344 yang melaju dari arah Kisaran menuju Medan.

Kereta yang dikemudikan Hendrik Santoso (37) dengan asisten masinis Goklas Junior (35) menabrak mobil hingga terseret sejauh kurang lebih 20 meter, sebelum akhirnya berhenti.

Akibat benturan keras tersebut, delapan penumpang tewas di lokasi kejadian, sementara sopir mengalami luka berat dan sempat dilarikan ke RS Bhayangkara Tebing Tinggi. Namun nyawanya tidak tertolong dan meninggal dunia saat menjalani perawatan.

Delapan penumpang yang meninggal dunia yakni Rizal (59) warga Desa Sigara-gara, Kecamatan Patumbak, serta Daratul Laila (50), Risnawati (57), MH (4), MA (6), Asrah (80), Sri Devi (41), dan Suhery (40) yang seluruhnya merupakan warga Desa Mekar Sari, Kecamatan Deli Tua, Kabupaten Deli Serdang. Dari jumlah korban, dua di antaranya merupakan anak-anak.

Saksi mata Syahril (64) mengatakan warga sekitar sempat berteriak memperingatkan pengemudi agar tidak melintas karena kereta api akan melintas. Namun peringatan tersebut tidak dihiraukan.

“Kami sudah teriak dari jauh, tapi mobil tetap jalan sampai akhirnya ditabrak kereta,” ujarnya.

Kasat Lantas Polres Tebing Tinggi AKP Lidya membenarkan total korban meninggal dunia berjumlah sembilan orang, terdiri dari satu sopir dan delapan penumpang.

“Seluruh korban telah dievakuasi dan dibawa ke rumah duka di Kabupaten Deli Serdang menggunakan sembilan unit ambulans. Kendaraan yang terlibat kecelakaan juga sudah diamankan,” katanya.

Diketahui, rombongan tersebut sebelumnya berangkat dari Deli Serdang untuk menghadiri acara keluarga di Kabupaten Batu Bara, kemudian menjenguk kerabat di Sei Segiling, dan dalam perjalanan pulang saat kecelakaan terjadi.

Peristiwa kecelakaan ini kini dalam penanganan Satlantas Polres Tebing Tinggi untuk penyelidikan lebih lanjut.