Nasional

BNPB Salurkan 1.757 Ton Logistik untuk Korban Bencana Hidrometeorologi di Sumatera

4
×

BNPB Salurkan 1.757 Ton Logistik untuk Korban Bencana Hidrometeorologi di Sumatera

Sebarkan artikel ini

Distribusi bantuan dilakukan melalui berbagai moda transportasi, meliputi 56 sorti pesawat charter BNPB, 64 sorti pesawat Hercules, 55 unit truk melalui jalur darat, serta tujuh kapal laut.

Penyaluran bantuan logistik untuk korban terdampak bencana Sumatera. (kedannews.co.id/dokumen BNPB)

Jakarta, kedannews.co.id – Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mencatat total bantuan logistik yang disalurkan pemerintah kepada masyarakat terdampak bencana hidrometeorologi di wilayah Sumatera mencapai 1.757,03 ton.

Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB Abdul Muhari mengatakan distribusi bantuan tersebut berlangsung sejak 29 November 2025 hingga 17 Januari 2026.

“Total bantuan logistik yang telah disalurkan kepada masyarakat terdampak bencana di Sumatera mencapai 1.757,03 ton,” ujar Abdul Muhari di Jakarta, Senin (19/1/2026).

Ia menjelaskan, distribusi bantuan dilakukan melalui berbagai moda transportasi, meliputi 56 sorti pesawat charter BNPB, 64 sorti pesawat Hercules, 55 unit truk melalui jalur darat, serta tujuh kapal laut.

Untuk distribusi terbaru pada 17 Januari 2026, BNPB menyalurkan bantuan ke Provinsi Aceh melalui jalur udara sebanyak sembilan sorti dengan muatan delapan ton, serta jalur darat menggunakan empat truk bermuatan 10 ton. Total logistik yang disalurkan ke Aceh pada hari tersebut mencapai 18 ton.

Sementara itu, untuk wilayah Sumatera Utara, distribusi bantuan dilakukan melalui jalur darat menggunakan enam truk dengan total muatan 32,59 ton. Adapun bantuan ke Sumatera Barat disalurkan melalui jalur darat sebesar 2,84 ton menuju Kabupaten Lima Puluh Kota.

Abdul Muhari menegaskan BNPB terus memperkuat koordinasi dengan kementerian dan lembaga terkait, pemerintah daerah, TNI, Polri, relawan, serta unsur masyarakat lainnya guna memastikan penanganan bencana berjalan efektif dan berkelanjutan.

“Dengan sinergi yang kuat, percepatan pemulihan infrastruktur dasar, pemenuhan kebutuhan hunian layak, serta penguatan mitigasi bencana diharapkan dapat mengembalikan kehidupan masyarakat terdampak secara bertahap,” ujarnya.