Humaniora & Agama

Bupati dan Forkopimda Hadiri Santapan Rohani di Pendopo Tulungagung, Dr KH Ahmad Subhi Kupas Esensi Puasa Ramadhan 1447 H

5
×

Bupati dan Forkopimda Hadiri Santapan Rohani di Pendopo Tulungagung, Dr KH Ahmad Subhi Kupas Esensi Puasa Ramadhan 1447 H

Sebarkan artikel ini

Tausiyah di Pendopo Kabupaten Tulungagung Tegaskan Puasa Bukan Sekadar Menahan Lapar, Tapi Latihan Spiritual dan Pengendalian Diri

Pemerintah Kabupaten Tulungagung menggelar kegiatan Santapan Rohani Ramadhan 1447 H/2026 M di Pendopo Kabupaten Tulungagung, Jawa Timur, Jumat (27/02/2026). (kedannews.co.id/ist)

TULUNGAGUNG, kedannews.co.id โ€“ Pemerintah Kabupaten Tulungagung menggelar kegiatan Santapan Rohani Ramadhan 1447 H/2026 M di Pendopo Kabupaten Tulungagung, Jawa Timur, Jumat (27/02/2026) pukul 09.00 WIB.

Agenda keagamaan tersebut dihadiri Bupati Tulungagung, jajaran Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), Sekretaris Daerah, para Kepala Organisasi Perangkat Daerah (OPD), camat, aparatur sipil negara (ASN) di lingkungan Pemkab Tulungagung, serta perwakilan TNI dan Polri.

Kegiatan Santapan Rohani Ramadhan ini menjadi bagian dari upaya memperkuat nilai-nilai spiritual dan kebersamaan di lingkungan pemerintahan menjelang bulan suci Ramadhan.

Dalam tausiyahnya sebagai inti acara, Dr. KH. Ahmad Subhi menjelaskan bahwa esensi puasa Ramadhan tidak hanya sebatas menahan lapar dan dahaga serta perkara yang membatalkan puasa. Ia menegaskan, puasa merupakan latihan spiritual dan pengendalian diri secara menyeluruh.

โ€œPuasa bukan sekadar menahan lapar dan dahaga, tapi juga latihan spiritual dan pengendalian diri yang menyeluruh. Dalam banyak hadits, Rasulullah SAW menggambarkan puasa sebagai junnah atau perisai yang melindungi seorang muslim dari berbagai godaan duniawi dan api neraka,โ€ ujarnya pada Jumat (27/02/2026).

Menurutnya, makna perisai dalam konteks puasa mencakup perlindungan dari hawa nafsu dan dorongan negatif yang dapat merusak kualitas keimanan seseorang.

โ€œPerisai dari hawa nafsu, puasa melatih seseorang untuk menahan diri dari hal-hal yang dilarang, termasuk mengendalikan amarah, menjaga lisan, dan menjauhkan diri dari perbuatan maksiat. Sehingga terbentuk karakter muslim yang kuat dan berdaya tahan dalam menghadapi berbagai ujian hidup. Puasa juga menjadi benteng yang melindungi seorang muslim dari siksa neraka,โ€ tegasnya.

Ia juga menambahkan bahwa puasa dapat menjadi perisai dari pola konsumsi yang berlebihan serta mendorong tumbuhnya empati sosial.

โ€œPuasa juga bisa jadi perisai dari konsumsi yang berlebihan. Diharapkan muncul empati dan kepedulian terhadap sesama, serta mengokohkan nilai-nilai keislaman dalam peradaban,โ€ pungkasnya.

Dalam kesempatan tersebut disampaikan pula bahwa ketika ibadah puasa Ramadhan dijalankan dengan sungguh-sungguh, nilai-nilai Islam diyakini akan semakin kokoh dalam kehidupan sosial kemasyarakatan, budaya, maupun ekonomi. Hal itu diharapkan mampu membentuk peradaban yang bermartabat dan berkeadilan.

Kegiatan Santapan Rohani ini menjadi momentum refleksi bersama bagi jajaran Pemerintah Kabupaten Tulungagung agar Ramadhan tidak hanya dimaknai sebagai ritual tahunan, melainkan sebagai sarana muhasabah atau introspeksi diri.

Dengan semangat kebersamaan dan penguatan spiritual, Ramadhan 1447 H diharapkan menjadi momentum untuk semakin mendekatkan diri kepada Allah SWT, memperbaiki kualitas diri, serta mengokohkan keimanan dan ketakwaan dalam kehidupan bermasyarakat dan bernegara.