Medan, kedannews.co.id β Upaya penyelundupan 10 kilogram sabu yang diduga berasal dari Malaysia dan hendak diedarkan ke Kota Medan berhasil digagalkan aparat kepolisian. Tiga orang yang diduga sebagai kurir ditangkap saat berada di sebuah warung makan di wilayah Teluk Nibung, Kota Tanjung Balai.
Ketiga tersangka masing-masing berinisial D, FH, dan AFP. Mereka diringkus setelah polisi menerima informasi adanya aktivitas mencurigakan terkait peredaran narkotika di kawasan tersebut.
Kapolres Asahan, Revi Nurvelani, menjelaskan bahwa petugas awalnya mencurigai dua pria yang datang ke lokasi menggunakan sepeda motor sambil membawa karung goni berwarna biru.
βSetelah dilakukan pemeriksaan, ditemukan 10 bungkus sabu yang dikemas menyerupai teh China dengan berat total 10 kilogram,β ujarnya dalam keterangan tertulis, Rabu (4/3/2026).
Selain sabu, polisi juga menyita 891 cartridge rokok elektrik (vape) yang berisi cairan mengandung zat etomidate. Seluruh barang bukti langsung diamankan untuk proses penyelidikan lebih lanjut.
Pengembangan dan Penangkapan Otak Pengiriman
Dari hasil pemeriksaan awal, D dan FH mengaku hanya bertugas mengambil barang atas perintah AFP. Berdasarkan keterangan tersebut, tim melakukan pengembangan dan berhasil menangkap AFP saat melintas di Jalan Arteri, Tanjung Balai.
AFP diduga berperan sebagai pengendali lapangan dalam proses distribusi barang haram tersebut.
Menurut hasil penyelidikan sementara, sabu dan cartridge vape itu diduga dikirim oleh seorang pria berinisial L yang berada di Malaysia. Barang tersebut rencananya akan dibawa ke Medan untuk diedarkan.
Dijanjikan Upah Jutaan Rupiah
Para tersangka mengaku dijanjikan bayaran jutaan rupiah untuk setiap kilogram sabu yang berhasil diantarkan ke lokasi tujuan. Namun, mereka belum menerima imbalan apa pun karena lebih dulu ditangkap polisi.
Saat ini, ketiga tersangka telah ditahan dan menjalani proses hukum. Kepolisian masih mendalami jaringan yang diduga terhubung dengan peredaran narkotika lintas negara.
Pihak kepolisian menegaskan komitmennya untuk terus membongkar jaringan narkotika, termasuk kemungkinan adanya aktor lain yang terlibat di dalam maupun luar negeri.












