Batu Bara, kedannews.com – Akibat kembali beroperasi nya galian C yang berada di Desa Tanjung Muda, Kecamatan Air Putih, Kabupaten Batu Bara, keberadaan Waduk (Dam) irigasi pertanian Sungai Tanjung terancam roboh.
Pasalnya pengerukan yang di lakukan UD REZA S, tergolong dekat dengan keberadaan Waduk diatasnya, Sekira ratusan Meter.
Sebelumnya bronjong penahan Waduk yang nilainya milyaran rupiah telah amblas tak meninggalkan bekas.
Hal tersebut sangat memungkinkan terjadinya kerusakan yang lebih parah di areal galian C beroperasi.
Terlihat dari pantauan di lokasi penggalian sangat jelas dampaak yang akan di timbulkan akibat aktivitas tersebut.
Dikhawatirkan apabila pihak terkait tidak cepat melakukan penutupan pengoperasian penggalian,tidak tertutup kemungkinan Waduk (Dam) yang berpungsi mengairi ratusan hektar lahan pertanian di tiga kecamatan, akan rubuh.
Camat Air Putih Chaidir saat dimintai keterangan terkait kembali beroperasi tanggkahan tersebut, mengatakan selama kepemimpinannya menjadi Camat, lebih kurang 2 tahun tidak pernah mengeluarkan rekomendasi untuk urusan izin galian C tersebut. Selasa (19/04/2022).

“Tapi mereka ada izinnya”, sebut camat.
Kemudian saat ditanya terkait dampak lingkungan beliau menyebut,”Kalau masalah itu silahkan tanya kepada perizinan, biar perizinan menjelaskan detailnya, tulisnya melalui pesan Whatsapp, sembari mengirimkan PDF dan gambar bersama Pol PP.
Atau lanjutnya lagi, lebih detailnya silahkan tanya ke kementerian Investasi, karna yang mengeluarkan izin mentri bukan dinas, tulisnya lagi.
Warga setempat yang berada sekitar tempat beroperasi, tempat lalu lalang, truck yang mengangkut material resah mengingat selain melintas dikawasan pendidikan juga sangat berdampak cukup jelas, mulai abu yang dapat membahayakan kesehatan.
“Tengokla bg uda bentengnya nanti rusak, makan abu kami”, keluh warga.
” Kerusakan yang di gali dulu aja masih parah, beronjong yang di bangun dulu pun hilang, tengoklah sana, bentar lagi Dam itu pun tumbang”, ketus warga yang tidak ingin disebutkan namanya.
Diketahui sebelumnya tangkahan pernah beroperasi, dan sempat di tinjau intansi terkait, sempat di tutup, tepat nya sangat berdekatan dengan Waduk (Dam) meninggalkan kerusakan cukup parah, bahkan beronjong yang di bangun menggelontorkan anggaran milyaran rupiah hilang tanpa bekas.
Warga berharap agar instansi terkait harus meninjau ulang terkait izin yang telah dikeluarkan, diduga pihak pengusaha sengaja menyembunyikan peta lokasi waduk yang terlalu dekat dengan tempat galian C.
Penulis : Eka Suhendra.
Editor : Sholeh Pelka.












