Medan, Kedannews.com – Pertemuan PKS dan Partai Nasdem pertemuan PKS dan Nasdem tidak ada kaitannya dengan hasil pengumuman nama capres oleh partai besutan Surya Paloh, tapi silaturrahim kebangsaan yang nantinya menjadi model berkomunikasi membahas hal-hal strategis untuk terus melayani rakyat dan NKRI.
“Agenda silaturrahim DPP PKS ke Partai Nasdem merupakan komunikasi strategis. Pas momennya, setelah selesai rakernas partai nasdem dan Milad PKS ke 20 tahun, serta Rapimnas PKS, ujar politisi PKS Hendro Susanto kepada wartawan, Kamis (23/6/2022) di Medan.
Wakil Ketua FPKS DPRD Sumut ini melihat, pertemuan PKS dan Nasdem merupakan komunikasi strategis dalam melanjutkan silaturahim kebangsaan. Dibalik silaturrahim strategis, PKS ingin menjaga semangat demokrasi, transformatif dan berkolaborasi terhadap permasalahan bangsa.
Dalam agenda kepemimpinan kedepannya (Capres dan Cawapres 2024), kata Hendro, PKS siap memberikan kader terbaiknya untuk bangsa Indonesia, yakni DR Salim yg saat ini sebagai ketua Majelis Syuro PKS. “Pengalaman DR Salim tentu luar biasa, beliau pernah menjabat dubes RI untuk negara Arab Saudi dan Oman tahun 2005 – 2009, lalu menteri sosial RI tahun 2009 – 2014,”ujarnya.
Menurut Hendro Susanto, Setelah pertemuan silaturrahim kebangsaan, ada 3 kesepakatan PKS-Nasdem. Bahkan dalam pertemuan yang berlangsung hangat dan penuh rasa persaudaraan tersebut, kedua partai politik sepakat untuk membangun kesadaran masyarakat untuk tetap mengungkapkan harkat martabat dirinya sebagai warganegara. Menjadikan Pemilu serentak 2024 sebagai instrumen demokrasi yang penuh semangat toleransi dan persatuan bangsa. Kemudian disepakati juga persiapan kerjasama Pilpres 2024.
Penulis: Cut Riri
Editor: Cut Riri












