TNI & Polri / Keamanan & Pertahanan

Kapolres Samosir Jadi Orangtua Asuh Anak Korban Penganiayaan, Tegaskan Proses Hukum Tetap Berjalan

7
×

Kapolres Samosir Jadi Orangtua Asuh Anak Korban Penganiayaan, Tegaskan Proses Hukum Tetap Berjalan

Sebarkan artikel ini

Kunjungi Korban di Simanindo, Polisi Beri Dukungan Moril dan Pastikan Penanganan Profesional Tanpa Jalur Damai

Kapolres Samosir AKBP Rina Sry Nirwana Tarigan saat mengunjungi rumah anak korban penganiayaan di Desa Marlumba, Kecamatan Simanindo, dalam rangka memberikan dukungan moril. (kedannews.co.id/Foto: Ist) Sabtu (11/4/2026)

SAMOSIR, kedannews.co.id – Kepedulian terhadap masa depan anak korban kekerasan kembali ditunjukkan jajaran Kepolisian Resor Samosir. Pada Sabtu (11/4/2026) sekitar pukul 09.40 WIB, Kapolres Samosir AKBP Rina Sry Nirwana Tarigan, S.I.K., M.H melakukan kunjungan langsung ke rumah seorang anak korban penganiayaan di Desa Marlumba, Kecamatan Simanindo, Kabupaten Samosir.

Kunjungan tersebut dilakukan sebagai bentuk empati sekaligus memastikan kondisi korban yang diduga mengalami kekerasan oleh ibu tirinya. Dalam kegiatan itu, Kapolres didampingi Kasat Intelkam, Kasat Pamobvit, Kapolsek Simanindo, serta Kanit Reskrim Polsek Simanindo.

Setibanya di lokasi, rombongan disambut keluarga korban, para guru dari SD Negeri 4 Marlumba, serta perangkat desa dan masyarakat sekitar dalam suasana sederhana dan penuh kekeluargaan. Kegiatan dilanjutkan dengan ramah tamah sebagai bagian dari pendekatan humanis kepolisian.

Dalam kesempatan itu, Kapolres berdialog langsung dengan korban guna memberikan dukungan moril serta memastikan kondisi psikologisnya. Berdasarkan keterangan korban, dugaan tindakan kekerasan disebut terjadi berulang kali ketika korban melakukan kesalahan, dengan perlakuan yang dinilai tidak wajar.

Kapolres juga meminta keterangan dari ayah korban. Dari hasil dialog, diketahui dugaan kekerasan kerap terjadi saat ayah tidak berada di rumah.

Sebagai bentuk kepedulian, Kapolres Samosir menyampaikan niat untuk menjadi orangtua asuh bagi korban. Niat tersebut disambut baik oleh korban dan mendapat dukungan dari pihak keluarga.

Selain itu, Kapolres turut berdialog dengan para guru yang pertama kali mengetahui kondisi korban. Pihak sekolah mengapresiasi perhatian kepolisian dan berharap penanganan hukum dapat berjalan tegas sesuai ketentuan. Guru juga mengungkapkan adanya perubahan perilaku dan kondisi psikologis korban selama di sekolah serta menyatakan kesiapan untuk terus berkoordinasi dalam proses pemulihan.

Dalam pernyataannya, Kapolres menegaskan bahwa kasus kekerasan terhadap anak menjadi perhatian serius pimpinan, khususnya Kapolda, sehingga penanganannya akan dilakukan secara profesional dan sesuai hukum yang berlaku. Ia juga menegaskan bahwa perkara kekerasan terhadap anak tidak dapat diselesaikan melalui perdamaian yang menghentikan proses hukum.

β€œPolres Samosir berkomitmen menindaklanjuti kasus ini secara profesional serta memastikan perlindungan dan masa depan korban,” tegas Kapolres.

Kapolres juga mengingatkan pentingnya peran orang tua, khususnya ayah korban, untuk meningkatkan pengawasan dan menciptakan lingkungan yang aman bagi anak.

Kepada korban, Kapolres memberikan motivasi agar tetap semangat dalam belajar dan tidak menyerah dengan keadaan. Ia menekankan bahwa pendidikan merupakan kunci masa depan yang lebih baik serta mengingatkan agar korban tidak mengulangi siklus kekerasan di kemudian hari.

Sebagai tindak lanjut kepedulian, Kapolres Samosir juga berencana mengunjungi SD Negeri 4 Marlumba untuk melaksanakan kegiatan sosial berupa pembagian sepatu dan alat tulis kepada para siswa.

Kegiatan diakhiri dengan ucapan terima kasih dari keluarga korban, para guru, serta perangkat desa kepada Kapolres Samosir dan jajaran atas perhatian yang diberikan. Acara kemudian ditutup dengan doa bersama.

Seluruh rangkaian kegiatan berakhir sekitar pukul 10.50 WIB dalam suasana aman, tertib, dan penuh harapan bagi masa depan korban.