MEDAN, kedannews.co.id β Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian menyatakan Kota Medan telah kembali berfungsi normal pascabencana alam yang melanda sejumlah wilayah di Sumatera Utara. Pemulihan tersebut terlihat dari berjalannya kembali pemerintahan, layanan publik, serta aktivitas ekonomi.
βSudah ada beberapa daerah yang kembali normal, bahkan berjalan sempurna seperti Kota Medan,β kata Tito Karnavian saat Rapat Koordinasi Percepatan Rehabilitasi dan Rekonstruksi Pascabencana Sumatera Utara di Medan, Senin (12/1).
Selain Medan, Tito menyebut Kota Binjai, Kota Padangsidimpuan, dan Kabupaten Asahan juga telah pulih. Menurutnya, indikator normalisasi meliputi kelancaran pelayanan publik, akses transportasi darat, serta perputaran ekonomi masyarakat.
Namun, sejumlah wilayah masih memerlukan penanganan lanjutan, yakni Kabupaten Tapanuli Tengah, Tapanuli Selatan, Tapanuli Utara, Humbang Hasundutan, dan Kota Sibolga.
βDaerah yang belum sepenuhnya normal akan menjadi prioritas penanganan dengan pengerahan sumber daya secara maksimal,β ujarnya.
Tito meminta pemerintah daerah segera melakukan pendataan warga terdampak, khususnya yang masih berada di pengungsian, agar bantuan dapat disalurkan tepat sasaran.
Data Posko Tanggap Darurat Bencana Provinsi Sumatera Utara hingga Kamis (8/1) mencatat 18 kabupaten/kota terdampak bencana dengan estimasi kerugian mencapai Rp17,23 triliun. Jumlah warga terdampak tercatat 479.045 kepala keluarga atau sekitar 1,8 juta jiwa.
Sementara itu, jumlah pengungsi mencapai 3.371 kepala keluarga atau 13.378 jiwa. Korban luka-luka tercatat 126 orang, korban meninggal dunia 372 jiwa, dan 53 orang masih dinyatakan hilang.
Mendagri menegaskan normalisasi sungai yang terdampak sedimentasi menjadi prioritas pemerintah pusat guna mencegah bencana serupa terulang.












