MEDAN, kedannews.co.id – Upaya pemberantasan narkotika di Kota Medan diwarnai perlawanan sengit dari para pelaku. Sejumlah bandar dan pengedar nekat menyerang aparat menggunakan airsoft gun dan senapan angin, bahkan memasang aliran listrik di kawat berduri untuk menghambat petugas.
Kapolrestabes Medan, Kombes Jean Calvijn Simanjuntak, mengungkapkan aksi tersebut terjadi saat personel melakukan penggerebekan dan pengembangan kasus narkoba di sejumlah lokasi.
“Pada saat melawan petugas, para bandar, para oknum-oknum tersebut berhasil kita amankan, melawan dengan airsoft gun dan menggunakan senapan angin dengan menembaki petugas. Mereka berani melawan petugas, menggunakan aliran-aliran listrik di kawat berduri dan ada juga yang melawan petugas menggunakan senjata tajam,” ujar Calvijn saat konferensi pers, Sabtu (21/2/2026).
Tak hanya melakukan penembakan, pelaku juga disebut membakar sepeda motor milik petugas dalam upaya menghalangi proses penindakan. Mereka bahkan menyiapkan sistem pemantauan berlapis guna mendeteksi kedatangan aparat.
“Selalu menggunakan HT dan drone dalam hal pengawasan di lokasinya terhadap apabila ada penindakan-penindakan dari aparat penegak hukum. Banyak juga tim pengawas dan tim pantau yang berlapis. Mulai dari portal depan, portal tengah sampai ke intinya, dilakukan penyekatan-penyekatan oleh bandar narkoba dengan menggunakan portal-portal untuk memfilter yang masuk dan yang tidak masuk,” paparnya.












