Berita Utama & HeadlineHukum & Kriminal

Pabrik Karet Swallow di Medan Deli Dilalap Api, Ledakan Berulang Picu Kepanikan Warga

15
×

Pabrik Karet Swallow di Medan Deli Dilalap Api, Ledakan Berulang Picu Kepanikan Warga

Sebarkan artikel ini

Kebakaran Hebat di Jalan KL Yos Sudarso Medan Deli, Api Membubung Tinggi hingga Tengah Malam

Kobaran api membubung tinggi saat kebakaran hebat melanda pabrik karet PT Garuda Mas Perkasa di Jalan KL Yos Sudarso Km 6,5, Medan Deli, Kota Medan, Selasa malam (27/01/2026). (kedannews.co.id/Hendra Sahputra)

Medan, kedannews.co.id – Kebakaran hebat melanda sebuah pabrik karet milik PT Garuda Mas Perkasa yang berlokasi di Jalan KL Yos Sudarso Km 6,5, Kelurahan Tanjung Mulia, Kecamatan Medan Deli, Kota Medan, Selasa malam, (27/01/2026).

Peristiwa tersebut memicu kepanikan warga sekitar dan pengguna jalan setelah kobaran api berukuran besar terlihat membubung tinggi ke udara, disertai asap hitam pekat yang menyelimuti kawasan industri Medan bagian utara.

Api diduga mulai berkobar sekitar pukul 22.30 WIB dan dengan cepat menjalar ke hampir seluruh bagian bangunan pabrik. Besarnya kobaran api dipengaruhi oleh material mudah terbakar yang tersimpan di dalam area produksi dan gudang.

Informasi kebakaran diterima Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (DPKP) Kota Medan sekitar pukul 22.30 WIB. Petugas piket segera mengoordinasikan pengerahan armada dari sejumlah pos terdekat guna mempercepat penanganan di lokasi kejadian.

Regu pemadam dilaporkan bergerak hanya dua menit setelah laporan diterima dan diverifikasi pusat komando. Armada dari Regu 3 UPT bersama Regu 2 diterjunkan secara maksimal untuk melokalisir api agar tidak merembet ke permukiman padat penduduk di sekitar pabrik.

Berdasarkan data yang dihimpun di lokasi, area yang terbakar merupakan bagian produksi dan gudang pabrik karet yang selama ini dikenal sebagai produsen ban dan sandal merek Swallow, dengan aktivitas industri yang cukup tinggi di kawasan Medan Deli.

Seorang saksi mata di lokasi kejadian yang enggan disebutkan namanya mengungkapkan bahwa api pertama kali terlihat dari bagian tengah bangunan pabrik.
“Api pertama kali terlihat dari bagian tengah bangunan pabrik sekitar pukul 22.30 WIB,” ujarnya di lokasi kejadian.

Besarnya kobaran api diperparah oleh keberadaan bahan baku seperti karet mentah, bahan kimia industri, serta tumpukan produk jadi yang mudah terbakar, sehingga api dengan cepat menjalar ke seluruh ruangan.

Kondisi angin malam yang bertiup cukup kencang sempat menyulitkan petugas dalam proses pemadaman. Bahkan, beberapa kali terdengar suara ledakan dari dalam area pabrik yang diduga berasal dari reaksi bahan kimia akibat suhu panas ekstrem di dalam gedung.

Hingga menjelang tengah malam, sejumlah unit mobil pemadam kebakaran dari Pemerintah Kota Medan terus berdatangan. Petugas menggunakan kombinasi air dan cairan busa khusus (foam) mengingat material karet tidak dapat dipadamkan secara efektif dengan air biasa.

Sementara itu, aparat kepolisian dari Polsek Medan Labuhan tampak berjaga di sekitar lokasi untuk mengatur arus lalu lintas di Jalan KL Yos Sudarso yang sempat mengalami kemacetan panjang akibat banyaknya warga yang melintas dan berhenti menyaksikan kebakaran.

Garis polisi juga dipasang untuk membatasi area berbahaya serta mencegah warga yang tidak berkepentingan mendekat ke lokasi kebakaran.

Tidak terdapat laporan korban jiwa dalam peristiwa tersebut. Sebagian besar karyawan yang bertugas pada shift malam dilaporkan berhasil menyelamatkan diri sesaat setelah api mulai membesar.

Meski demikian, kerugian materi diperkirakan mencapai miliaran rupiah mengingat luasnya area pabrik yang terbakar serta banyaknya stok bahan baku dan produk jadi yang hangus.

Hingga berita ini disusun, penyebab pasti kebakaran masih dalam proses penyelidikan. Tim Laboratorium Forensik dijadwalkan akan melakukan olah tempat kejadian perkara setelah api benar-benar padam dan kondisi bangunan dinyatakan aman, guna memastikan apakah kebakaran dipicu korsleting listrik atau faktor lain.