Ekonomi & BisnisRagam Daerah & Inspirasi Lokal

Pemulihan Lahan Pertanian Ditargetkan 37.318 Hektare di Sumut

7
×

Pemulihan Lahan Pertanian Ditargetkan 37.318 Hektare di Sumut

Sebarkan artikel ini

Di Kabupaten Tapanuli Tengah, luas lahan terdampak mencapai 3.205 hektare yang tersebar di sejumlah kecamatan.

Wakil Gubernur (Wagub) Sumatera Utara (Sumut) Surya meninjau lahan pertanian usai memimpin Groundbreaking Rehabilitasi Lahan Sawah Terdampak Bencana yang dipusatkan di Desa Sigotom Kecamatan Tukka, Kabupaten Tapanuli Tengah (Tapteng), Kamis (15/1/2026). (kedannews.co.id/Aris)

TAPANULI TENGAH, kedannews.co.id — Wakil Gubernur Sumatera Utara Surya memimpin peletakan batu pertama rehabilitasi lahan sawah terdampak bencana di Kecamatan Tukka, Kabupaten Tapanuli Tengah, Kamis (15/1/2026). Program ini menjadi bagian dari upaya pemulihan sektor pertanian dengan target perbaikan lahan mencapai 37.318 hektare di Sumatera Utara.

Kegiatan tersebut dilaksanakan secara virtual bersama Menteri Pertanian RI Andi Amran Sulaiman dan Wakil Menteri Dalam Negeri Bima Arya Sugiarto. Di lokasi, Surya didampingi Bupati Tapanuli Tengah Masinton Pasaribu serta Staf Ahli Menteri Pertanian Bidang Infrastruktur Pertanian Ali Jamil.

Surya menyebutkan, dari total lahan sawah rusak di Sumut, sebanyak 22.274 hektare mengalami kerusakan ringan, 10.690 hektare rusak sedang, dan 4.354 hektare rusak berat. Sementara di Kabupaten Tapanuli Tengah, luas lahan terdampak mencapai 3.205 hektare yang tersebar di sejumlah kecamatan.

“Kecamatan Tukka merupakan salah satu sentra pertanian rakyat. Kerusakan lahan dan jaringan irigasi berdampak langsung pada turunnya produktivitas dan pendapatan petani. Rehabilitasi ini menjadi langkah konkret untuk memulihkan fungsi pertanian,” ujar Surya.

Ia juga mengajak masyarakat terlibat aktif dalam proses rehabilitasi, menekankan pentingnya gotong royong dalam menjaga dan memanfaatkan kembali infrastruktur pertanian yang dibangun.

Sementara itu, Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman menyampaikan pemerintah pusat mengalokasikan bantuan senilai Rp78,5 miliar untuk pemulihan sektor pertanian di Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat. Bantuan tersebut meliputi benih, pupuk, alat dan mesin pertanian, serta kebutuhan pokok masyarakat terdampak.

“Program rehabilitasi ini dijalankan dengan skema padat karya. Petani ikut bekerja memperbaiki sawahnya sendiri dan upahnya dibayar oleh pemerintah pusat,” kata Amran.

Amran juga meminta jajaran Kementerian Pertanian tetap siaga di wilayah terdampak hingga proses pemulihan selesai. Ia menegaskan percepatan rehabilitasi menjadi prioritas untuk menjaga ketahanan pangan nasional.

Wakil Menteri Dalam Negeri Bima Arya Sugiarto mengapresiasi sinergi pemerintah pusat dan daerah dalam menangani dampak bencana. Menurutnya, percepatan pemulihan sektor pertanian berpengaruh besar terhadap stabilitas ekonomi daerah dan nasional.

Program rehabilitasi ini mencakup perbaikan infrastruktur pertanian, penyediaan alat mesin pertanian, serta pembangunan kembali jalan usaha tani di wilayah terdampak bencana.