Humaniora & Agama

Ramadhan 1447 H, Lapas Kelas I Medan Konsisten Gelar Isya, Tarawih dan Tadarus

6
×

Ramadhan 1447 H, Lapas Kelas I Medan Konsisten Gelar Isya, Tarawih dan Tadarus

Sebarkan artikel ini

Ratusan Warga Binaan Rutin Berjamaah Setiap Malam, Malam ke-10 Diikuti 307 Jamaah

Suasana Ramadhan 1447 Hijriah di Lembaga Pemasyarakatan Kelas I Medan berlangsung penuh ketenangan dan kekhusyukan. (kedannews.co.id/Aris HST Sinurat)

MEDAN, kedannews.co.id – Suasana Ramadhan 1447 Hijriah di Lembaga Pemasyarakatan Kelas I Medan berlangsung penuh ketenangan dan kekhusyukan. Sejak malam pertama bulan suci, warga binaan bersama petugas secara rutin melaksanakan Shalat Isya, Tarawih, serta tadarus Al-Qur’an secara berjamaah di Masjid At-Taubah dalam suasana tertib dan kondusif.

Konsistensi tersebut kembali terlihat pada Kamis (27/2/2026) atau malam ke-10 Ramadhan. Sebanyak 307 warga binaan tercatat mengikuti Shalat Isya dan Tarawih berjamaah. Setelah pelaksanaan Tarawih, kegiatan dilanjutkan dengan tadarus Al-Qur’an yang diikuti 47 orang warga binaan.

Sejak selepas berbuka puasa, warga binaan tampak antusias mempersiapkan diri untuk beribadah. Mereka berbaris tertib menuju tempat wudu, mengenakan pakaian bersih dan sopan, lalu memasuki masjid dengan rapi. Petugas pemasyarakatan melakukan pengawasan secara profesional dan humanis guna memastikan kegiatan berjalan aman dan lancar.

Kalapas Kelas I Medan, Fonika Affandi melalui Kabid Pembinaan, Prayoga Yulanda menyampaikan bahwa kegiatan ibadah berjamaah tersebut merupakan bagian dari program pembinaan kerohanian yang dilaksanakan secara berkelanjutan selama Ramadhan.

“Pelaksanaan Shalat Isya, Tarawih, dan tadarus ini tidak hanya berlangsung pada malam ke-10, tetapi rutin digelar setiap malam sejak awal Ramadhan dengan jumlah jamaah yang juga mencapai ratusan orang. Ini menjadi indikator positif dalam proses pembinaan spiritual warga binaan,” ujar Fonika Affandi melalui Prayoga Yulanda.

Ia menambahkan, Ramadhan menjadi momentum penting untuk memperkuat keimanan dan membangun kesadaran diri. Menurutnya, pembinaan tidak hanya berfokus pada aspek keterampilan, tetapi juga pada pembentukan karakter dan sikap.

“Melalui suasana religius yang konsisten ini, kami berharap nilai-nilai kedisiplinan, tanggung jawab, dan ketenangan batin dapat tumbuh dalam diri warga binaan sebagai bekal ketika kembali ke masyarakat,” tambahnya.

Dengan sinergi antara pembinaan dan pengamanan yang berjalan seimbang, kegiatan keagamaan di dalam lapas tetap berlangsung aman, tertib, dan khusyuk. Ramadhan di Lapas Kelas I Medan pun menjadi ruang pembelajaran spiritual yang berkelanjutan serta bagian dari komitmen menghadirkan sistem pemasyarakatan yang humanis dan berorientasi pada perubahan positif.