Serdang Bedagai, kedannews.com – Menolak untuk dipindahkan Ratusan Pedagang yang terdiri para kaum Ibu – Ibu di Pekan Lelo Desa Firdaus Kecamatan Sei Rampah Kabupaten Serdang Bedagai (Sergai) mengusir Kadis Perindagsar dan Petugas Satpol-PP serta Camat karena mereka tidak mau dipindahkan, Minggu (11/7/2021) Siang
Peristiwa tersebut sempat beredar di Media Sosial (Face Book) pada video tersebut terlihat para pedagang yang didominasi oleh kaum ibu atau emak-emak tampak mengusir Kepala Dinas Perindagsar Sergai H Karno, Camat Sei Rampah Nasaruddin Nasution hingga personil Satpol-PP Sergai serta para personel Kepolisian dan TNI-AD turut mengamankan dan terjadi kemacetan di Sei Rampah di Jalinsum Medan – Tebing Tinggi
Pada rekaman video tersebut para pedagang berteriak menolak untuk dipindahkan karena tanah yang mereka tempati untuk berjualan bukan milik Pemerintah, tanah tersebut adalah milik masyarakat setempat.
“Kami menolak untuk dipindahkan, karena tanah ini bukan tanah Pemerintah dan kami berjualan mencari makan disini untuk keluarga, Kalian para Pejabat Pemerintah enak ada gaji bulanan “, teriak para pedagang tersebut.
Dan perlu diketahui bahwa untuk sementara Lokasi yang baru tersebut yang dipersiapkan oleh Pemkab Sergai di Pasar Rakyat Sei Rampah adalah tanah pribadi masyarakat.
Teriakan para pedagang di Pajak Lelo mereda setelah sejumlah para Pejabat Pemkab Sergai meninggalkan lokasi Pajak tersebut.
Sementara Nasaruddin selaku Camat Sei Rampah saat dikonfirmasi oleh awak media melalui WhatsApp nya, Senin 12/7/2021).
Menyebutkan : ” Bahwa kedatangan kami ke Pajak tersebut adalah untuk mensosialisasikan serta menghimbau untuk Relokasi pada para Pedagang ke Pasar Rakyat “, ungkap Camat Sei Rampah
Lanjut Camat Sei Rampah sembari mengatakan dan berharap agar para pedagang mau ikuti program Pemerintah untuk Relokasi pedagang ke Pasar Rakyat Sei Rampah, karena lokasi di pasar lelo itu tidak memenuhi ketertiban untuk umum serta tidak sesuai RTRW bahkan tidak ada izin untuk dijadikan menjadi Pasar buat para pedagang, tutup Nasaruddin.
Hingga berita ini diturunkan Kadis Perindagsar Sergai H. Karno saat dikonfirmasi melalui Telepon dan Androidnya tidak ada jawaban. (Dip)












