Hukum & Kriminal

Remaja Hilang Terseret Arus di Pantai Leupung Ditemukan Meninggal Dunia

9
×

Remaja Hilang Terseret Arus di Pantai Leupung Ditemukan Meninggal Dunia

Sebarkan artikel ini

Jenazah korban ditemukan setelah dilakukan operasi pencarian selama dua hari oleh Basarnas Banda Aceh bersama unsur terkait.

Tim SAR gabungan mengevakuasi jenazah remaja terseret arus di Aceh Besar, Minggu (18/1/2026). (kedannews.co.id/Dok Basarnas)

Banda Aceh, kedannews.co.id – Tim SAR gabungan menemukan seorang remaja yang sebelumnya dilaporkan hilang akibat terseret arus laut saat mandi di Pantai Krueng, Desa Dayah Mamplam, Kecamatan Leupung, Kabupaten Aceh Besar, dalam kondisi meninggal dunia, Minggu (18/1/2026).

Korban diketahui bernama Ahmad Furqan (17), warga Kabupaten Aceh Barat Daya. Jenazah korban ditemukan setelah dilakukan operasi pencarian selama dua hari oleh Basarnas Banda Aceh bersama unsur terkait.

Kepala Basarnas Banda Aceh, Ibnu Harris Al Hussain, mengatakan korban ditemukan mengapung di perairan Pantai Riting, sekitar tiga kilometer dari lokasi awal korban dilaporkan terseret arus.

“Korban ditemukan setelah hampir dua jam pencarian pada hari kedua. Selanjutnya jenazah dievakuasi dan dibawa ke RSUD Zainoel Abidin Banda Aceh,” ujar Ibnu Harris.

Peristiwa bermula pada Sabtu (17/1/2026) sekitar pukul 14.00 WIB, saat korban mandi bersama rekannya di Pantai Krueng. Korban diduga tidak mampu melawan arus laut dan akhirnya terseret hingga menghilang.

Basarnas kemudian mengerahkan tim SAR dengan melakukan penyisiran menggunakan perahu karet hingga radius 500 meter dari titik terakhir korban terlihat. Pencarian juga dilakukan dengan metode selam permukaan, namun belum membuahkan hasil hingga malam hari.

Operasi SAR dilanjutkan pada Minggu pagi dengan membagi tim menjadi dua. Tim pertama menyisir perairan hingga radius dua mil laut, sementara tim kedua melakukan pencarian darat sepanjang garis pantai sejauh satu kilometer. Pemantauan udara menggunakan drone termal turut dilakukan.

Selain Basarnas, operasi pencarian melibatkan BPBD Aceh Besar, unsur TNI dan Polri, serta masyarakat setempat. Setelah korban ditemukan, operasi SAR resmi dihentikan dan seluruh personel dikembalikan ke instansi masing-masing.