Hukum & Kriminal

Tragis! Mahasiswi Tewas di Danau Toba Usai Menyelamatkan Empat Rekannya

7
×

Tragis! Mahasiswi Tewas di Danau Toba Usai Menyelamatkan Empat Rekannya

Sebarkan artikel ini

Diduga Korban Kelelahan Saat Menolong

Jasad korban tenggelam saat dibawah ke rumah sakit. (kedannews.co.id/ist)

Toba, kedannews.co.id – Peristiwa tragis terjadi di kawasan wisata Pantai II Desa Meat, Kecamatan Tampahan, Kabupaten Toba, Sumatera Utara. Seorang mahasiswi berusia 19 tahun, Gita G Op Sunggu, meninggal dunia setelah tenggelam di perairan Danau Toba saat berupaya menyelamatkan empat rekannya, Sabtu (3/1/2026).

Kapolsek Balige, AKP Libertius Siahaan, menjelaskan bahwa kejadian bermula ketika korban bersama 31 remaja Gereja GPDI Silando menggelar kegiatan liburan sekaligus pembubaran Panitia Natal tahun 2025. Rombongan berangkat menggunakan dua unit mobil dan sepeda motor, lalu tiba di Pantai II Desa Meat sekitar pukul 11.30 WIB.

Setibanya di lokasi, para peserta terlebih dahulu melaksanakan ibadah di sekitar warung milik Kepala Desa Meat, Jandri Simanjuntak. Seusai kebaktian, kegiatan dilanjutkan dengan hiburan dan menikmati panorama Danau Toba. Sejumlah muda-mudi kemudian berenang di perairan pantai yang berada tidak jauh dari lokasi ibadah.

Namun suasana santai berubah menjadi kepanikan ketika empat remaja, yakni Indah Pardede, Kristiani Rajagukguk, Icha Siburian, dan Gicha Op Sunggu, tiba-tiba mengalami kesulitan dan tenggelam di perairan danau. Melihat kejadian tersebut, Gita bersama beberapa remaja lainnya spontan berusaha memberikan pertolongan.

“Keempat korban berhasil diselamatkan. Namun diduga karena kelelahan saat menolong, Gita justru ikut tenggelam,” ujar AKP Libertius, Minggu (4/1/2026).

Upaya pencarian kemudian dilakukan oleh aparat kepolisian dibantu warga sekitar. Sekitar pukul 16.40 WIB, korban akhirnya ditemukan di sekitar lokasi kejadian dalam kondisi tidak bernyawa. Jenazah selanjutnya dievakuasi ke Rumah Sakit HKBP Balige.

Pihak kepolisian juga mengungkapkan bahwa kegiatan tersebut tidak dilaporkan sebelumnya kepada pemerintah desa setempat.

“Tidak ada pemberitahuan resmi terkait kegiatan perayaan Tahun Baru maupun pembubaran panitia Natal,” tambah Libertius.

Keluarga korban, termasuk sang ibu Marsala Boru Sihombing, telah menerima peristiwa ini sebagai musibah. Pihak keluarga menolak dilakukan autopsi dan telah membuat surat pernyataan resmi di Polsek Balige agar jenazah dapat segera dibawa pulang untuk dimakamkan.

Peristiwa ini menjadi pengingat pentingnya kewaspadaan dan pengamanan saat beraktivitas di kawasan perairan, khususnya bagi rombongan yang melakukan kegiatan wisata tanpa pengawasan keselamatan memadai.