Ragam Daerah & Inspirasi Lokal

3.554 Warga Masih Mengungsi Akibat Bencana Hidrometeorologi di Sumut

6
×

3.554 Warga Masih Mengungsi Akibat Bencana Hidrometeorologi di Sumut

Sebarkan artikel ini

Sebagian besar pengungsi berada di Kabupaten Toba sebanyak 2.564 jiwa, sementara di Kabupaten Tapanuli Selatan tercatat 990 jiwa.

Satgas Penanggulangan Bencana Alam Kodam I/Bukit Barisan melakukan pembersihan di SDN 155680 Bonalumban, Kecamatan Tukka, Kabupaten Tapanuli Tengah, Sumatera Utara. (kedannews.co.id/Pendam I/BB)

Medan, kedannews.co.id – Pusat Pengendalian Operasi Penanggulangan Bencana (Pusdalops PB) Sumatera Utara mencatat sebanyak 3.554 jiwa masih bertahan di lokasi pengungsian akibat bencana hidrometeorologi yang terjadi sejak 27 November 2025 lalu.

Berdasarkan laporan terbaru yang diterima pada Minggu (1/3/2026), ribuan pengungsi tersebut berasal dari 921 kepala keluarga dan tersebar di dua dari 20 kabupaten/kota yang terdampak bencana di provinsi tersebut.

Kepala Bidang Penanganan Darurat, Peralatan, dan Logistik Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Sumut, Sri Wahyuni Pancasilawati, mengatakan data tersebut merupakan pembaruan sementara per 1 Maret 2026 pukul 17.00 WIB.

β€œData ini masih bersifat dinamis dan akan terus diperbarui sesuai perkembangan di lapangan,” ujarnya.

Ia menjelaskan, sebagian besar pengungsi berada di Kabupaten Toba sebanyak 2.564 jiwa, sementara di Kabupaten Tapanuli Selatan tercatat 990 jiwa. Pemerintah daerah bersama berbagai pemangku kepentingan terus melakukan upaya penanganan dan pemulihan bagi para korban terdampak.

Menurutnya, penanganan meliputi penyediaan kebutuhan dasar, layanan kesehatan, serta upaya percepatan pemulihan pascabencana di wilayah terdampak.

Selain itu, pemerintah juga menargetkan percepatan penanganan agar para pengungsi dapat kembali ke rumah masing-masing sebelum perayaan Idul Fitri 2026.

Data Pusdalops PB Sumut mencatat sebanyak 20 kabupaten/kota terdampak bencana hidrometeorologi, di antaranya Kota Medan, Tebingtinggi, Binjai, Padangsidimpuan, Sibolga, serta sejumlah wilayah kabupaten seperti Deliserdang, Serdang Bedagai, Langkat, Humbang Hasundutan, dan Pakpak Bharat.

Pemerintah Provinsi Sumatera Utara memastikan koordinasi lintas sektor terus dilakukan guna mempercepat penanganan darurat, rehabilitasi, serta rekonstruksi wilayah terdampak bencana.

β€œKami akan terus menginformasikan perkembangan penanganan dan data pengungsi secara berkala,” tutup Sri Wahyuni.