Berita Utama & HeadlineKedan TV / Video Headline

Aksi Mahasiswa di BRI Sumut Ricuh, Dugaan Intimidasi Mengiringi Tuntutan Usut KUR Fiktif Rp17 Miliar

56
×

Aksi Mahasiswa di BRI Sumut Ricuh, Dugaan Intimidasi Mengiringi Tuntutan Usut KUR Fiktif Rp17 Miliar

Sebarkan artikel ini

Presiden Mahasiswa UMN Al-Washliyah Mengaku Dipukul Saat Aksi, Desak BRI Buka Dugaan Skandal Kredit

MEDAN, kedannews.co.idAksi unjuk rasa mahasiswa di depan Kantor BRI Wilayah Sumatera Utara (Sumut) di Jl. Putri Hijau, Kesawan, Kec. Medan Bar., Kota Medan, Sumatera Utara, Jumat (9/1/2026) sore, berujung ricuh.

Sejumlah mahasiswa yang menyuarakan dugaan penyaluran Kredit Usaha Rakyat (KUR) fiktif mengaku mengalami intimidasi hingga kekerasan fisik saat menyampaikan aspirasi mereka di ruang publik.

Aksi yang berlangsung sekitar pukul 15.00 hingga 17.00 WIB itu digelar oleh Badan Eksekutif Mahasiswa Universitas Muslim Nusantara (BEM UMN) Al-Washliyah. Massa aksi menuntut kejelasan dan penyelesaian hukum atas dugaan KUR fiktif senilai Rp17 miliar yang disebut terjadi di lingkungan BRI Kota Tanjungbalai. Situasi di lapangan sempat memanas ketika aparat pengamanan mencoba membubarkan aksi.

Presiden Mahasiswa UMN Al-Washliyah, Tahad Erwin Silaen, menyampaikan bahwa dirinya mengalami tindakan fisik saat berada di barisan depan massa.

“Saya dipukul di bagian pelipis mata sebelah kiri dan sempat ditarik untuk diborgol. Kejadiannya di jalan raya saat kami menyampaikan aspirasi,” ujar Tahad.

Ia mengaku kondisi fisiknya melemah pasca-insiden tersebut.

“Saya merasa sangat lemas dan pusing karena banyaknya oknum pengamanan yang menahan saya. Selain saya, ada juga teman-teman yang mendapat ancaman verbal,” katanya.

Menurut Tahad, pihak yang terlibat dalam pengamanan berasal dari petugas keamanan internal BRI Sumatera Utara. Ia menilai tidak ada ruang dialog yang diberikan selama aksi berlangsung.

“Kami tidak mendapatkan jawaban atas tuntutan kami. Tidak ada ketegasan, dan diskusi tidak berjalan,” ujarnya.

Atas peristiwa itu, pihak mahasiswa menyatakan akan menempuh jalur hukum.

“Kami akan membuat laporan ke kepolisian agar kejadian ini diproses secara hukum dan menjadi perhatian publik,” kata Tahad.

Latar Belakang Aksi

Aksi tersebut dipicu oleh dugaan penyaluran Kredit Usaha Rakyat (KUR) fiktif senilai lebih dari Rp17 miliar di BRI Unit Sei Kepayang, Cabang Tanjungbalai. Program KUR yang dirancang untuk membantu pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) itu diduga disalurkan menggunakan identitas debitur fiktif, sementara dana kreditnya dimanfaatkan oleh pihak tertentu.

Informasi yang diperoleh menyebutkan adanya dugaan persekongkolan antara Kepala Unit BRI Sei Kepayang berinisial M dengan seorang pengusaha di Kota Tanjungbalai. Skema tersebut diduga berlangsung sejak 2023 dan baru mencuat pada 2025 setelah muncul laporan internal dan desakan publik.

Seorang sumber internal BRI yang mengetahui proses penyaluran kredit tersebut menyebutkan nilai dugaan kredit bermasalah mencapai sekitar Rp17 miliar.

Semua kredit itu tidak pernah dinikmati masyarakat. Dana tersebut dipakai oleh pihak tertentu,” ungkap sumber tersebut.

Upaya konfirmasi telah dilakukan kepada pihak-pihak yang disebut mengetahui persoalan ini. Namun hingga kini, belum ada penjelasan terbuka dari manajemen BRI Cabang Tanjungbalai maupun Kantor Wilayah BRI Sumatera Utara. Sikap tersebut dinilai memperkuat tuntutan publik agar dilakukan audit investigatif secara independen.

Tuntutan Mahasiswa

BEM UMN Al-Washliyah mendesak agar:

  1. Kantor Wilayah BRI Sumatera Utara segera mengevaluasi kinerja pimpinan Cabang BRI Tanjungbalai.
  2. Oknum yang diduga terlibat dalam penyaluran KUR fiktif diberi sanksi tegas sesuai ketentuan hukum.
  3. Dilakukan audit investigatif independen untuk menelusuri alur pencairan dan penggunaan dana KUR.
  4. Kasus ini dilimpahkan kepada aparat penegak hukum apabila ditemukan unsur pidana.

Mahasiswa menegaskan akan terus mengawal kasus ini melalui jalur konstitusional hingga terdapat kejelasan hukum dan transparansi penanganan. Hingga berita ini diterbitkan, pihak BRI belum memberikan pernyataan resmi terkait dugaan KUR fiktif maupun insiden yang terjadi saat aksi berlangsung.