Medan, kedannews.com – Mengingat dan mengenang masa indah dulu, kawan-kawan media berkunjung untuk memperpanjang silaturrahmi ke kantor media www.penulisberita24jam.com, di Jalan Tangguk Bongkar X Kelurahan Tegal Sari Mandala II Kecamatan Medan Denai, Sabtu (16/4/2022).

Keakraban awak media yang pernah satu payung media ini sangat terasa begitu kental dan harmonis. Owner media penulisberita24jam.com, Yusrizal Tambusai, menyambut kedatangan kawan sejawat dengan begitu bahagia. Canda tawa dan kisah pengalaman bersama saat berada di satu payung media dulu, membuat pecah suasana saat berbuka puasa. Kehebohan tampak mewarnai suasana bahagia reuni kecil ini. Berbagai hidangan berbuka juga disajikan menyambut para sohib lama.
“Gak disangka-sangka kita bisa ngumpul di kantor baru pak Bopak ya. Sudah lama juga kita nggak nongkrong bareng, karena kesibukan masing- masih. Anggap ini syukuran konco lawas untuk peresmian kantor baru kawan kita Bopak. Doa dan dukungan kita sudah pasti untuk kemajuan media online sahabat kita ini,” ujar Zulham pada kawan seperjuangannya dulu.
Konco lawas yang melakukan buka puasa bulan Ramadhan 1443 Hijriah, tepat dua minggu menjalani ibadah puasa. Ada Fauzi yang dulunya wartawan sekarang aktif dibarisan Medan satu, ada Zulham sang korlip yang ganteng dan baik hati. Sedang yeni, wartawati yang kini sedang sibuk merambah usaha bisnis kue lebaran setiap tahunnya. Sang owner yang akrab dipanggil Bopak, pria berkulit hitam yang penuh canda, penguasa Mandala dan Polsek Percut.

“Bopak dah jadi owner media online, salut kita. Semoga apa yang dicita-citakan bisa terkabul, harus semangat dan sabar kalau masih berjuang membesarkan media. Kalau tak jatuh bangun, kalau tak diteror dan dibantai itu namanya belum jadi wartawan. Apalagi kena fitnah, dunia jurnalis memang kejam tapi indah kalau sudah di hati. Bopak kecil tapi pedas ini seperti cabe rawit, wajah seram dan kulit hitam jadi khas nya. Jangan lupa jaga lilin tak boleh sampai mati ya Bopak,” kata Fauzi sembari bercanda memecah tawa seperti dulu lagi.
Hal yang sama juga dikatakan wartawati yang malang melintang di dunia jurnalis ini. “Wartawan itu setengah jurnalis setengahnya seniman, jadi memang susah diatur. Harus sepenuh hati jangan tanggung-tanggung jadi wartawan, ketika tulisannya sudah diikuti pembaca dan ditakuti itu namanya baru wartawan paten. Berhasil dengan investigasi kasus, berjuang diawal itu harus, karena kelak akan merasakan kebahagian dan kesuksesan. Tim harus dipersolit, wartawan harus gerak cepat untuk melakukan investigasi, cek dan ricek itu kunci utama seorang wartawan. Jangan sampai berita kita dikomplain karena tak konfirmasi, walau terkadang surat bantahan menjadikan sebuah media itu semakin besar,” beber Yeni memberikan masukkan pada Bopak sebagai owner media baru.
Sebagai owner Bopak juga mengucapkan terimakasih kepada kawan media yang sudah mau singgah ke kantor baru media online nya. “Semoga persahabatan ini jangan putus, kita tetap bersama dengan kesibukan kita masing-masing. Terimakasih masukannya semua untuk kemajuan media saya, doa dan batuannya sangat ditunggu. Sering lah singgah ke kantor untuk memperpanjang silaturrahmi, jangan sungkan karena pintu kantor kami terbuka untuk kawan dan umum,” ungkap Bopak pada para konco lama.
Penulis: Yeni Sitorus
Editor: Cut Riri












