Politik & Pemerintahan

Edy Rahmayadi Dorong Perwujudan Masyarakat Mandiri Melalui Zakat

9
×

Edy Rahmayadi Dorong Perwujudan Masyarakat Mandiri Melalui Zakat

Sebarkan artikel ini
Sekdaprov Sumut Arief S Trinugroho mewakili Gubernur Sumut Edy Rahmayadi menghadiri acara Tasyakuran dan Santunan Peringatan HUT ke-22 Baznas Provinsi Sumut Tahun 2023 di Aula Gedung Baznas Sumut, Jalan RS Haji Medan Estate, Selasa (17/1). (DISKOMINFO SUMUT)

Medan, kedannews.com – Gubernur Sumatera Utara (Sumut) Edy Rahmayadi mengapresiasi peran Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) untuk membangkitkan kesadaran masyarakat agar membagi rezeki dan kebahagiaan kepada yang membutuhkan. Karena itu momentum Hari Ulang Tahun (HUT) ke-22 diharapkan lembaga ini dapat terus mendorong penguatan ekonomi umat melalui programnya.

Demikian disampaikan Gubernur Edy Rahmayadi dalam pidatonya yang disampaikan Sekretaris Daerah Provinsi (Sekdaprov) Sumut Arief S Trinugroho pada acara Tasyakuran dan Santunan Peringatan HUT ke-22 Baznas Provinsi Sumut Tahun 2023 di Aula Gedung Baznas Sumut, Jalan RS Haji Medan Estate, Selasa (17/1).

Hadir di antaranya Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga Baharuddin Siagian, Plt Kepala Dinas Sosial Basarin Tanjung, Kepala Biro Kesejahteraan Rakyat (Kesra) Muhammad Rahmadani Lubis serta sejumlah pejabat lainnya.

β€œSemoga di usia yang terus bertambah, Baznas mampu tumbuh semakin kuat, unggul, amanah dan modern dalam mengikuti perkembangan teknologi digital seperti sekarang ini. Juga terima kasih kepada Baznas yang terus mengajak dan memfasilitasi masyarakat, untuk mampu berbagi rezeki dan kebahagiaan kepada saudara kita yang membutuhkan,” ujarnya.

Dalam peran dan fungsinya, Baznas telah berkontribusi untuk ikut meningkatkan kepedulian sosial dan solidaritas masyarakat dengan saling berbagi dan peduli demi tujuan kemaslahatan, serta memperkuat ekonomi umat. Sebab pada hakikatnya, zakat adalah hal utama untuk mengentaskan kemiskinan, mengurangi kesenjangan ekonomi, meningkatkan kesejahteraan hingga terwujudnya masyarakat mandiri.

β€œDari sinilah kajian penting dan harus dikembangkan secara luas, agar dari zakat kita mampu mengatasi problem kemiskinan dan kesenjangan sosial. Jadi sebagai umat Islam, agama ini tidak hanya mengatur urusan ibadah saja, tetapi juga bagaimana mengatasi masalah sosial ekonomi. Termasuk dalam hal tertentu, keimanan dan keislaman seseorang itu bisa diukur dari sejauh mana dia peduli terhadap sesama,” jelasnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *