Lingkungan, Sosial & Organisasi

GMNI Rayakan Dies Natalis ke-72 di Tapanuli Utara, Tegaskan Gotong Royong sebagai Pilar Ekonomi Kerakyatan

0
×

GMNI Rayakan Dies Natalis ke-72 di Tapanuli Utara, Tegaskan Gotong Royong sebagai Pilar Ekonomi Kerakyatan

Sebarkan artikel ini

Momentum Dies Natalis GMNI dan GMNI Tapanuli Utara menjadi ajang refleksi perjuangan mahasiswa dalam mengawal Pasal 33 UUD 1945 dan Trisakti Bung Karno

TAPANULI UTARA, kedannews.co.id – Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (GMNI) memperingati Dies Natalis ke-72 sekaligus Dies Natalis GMNI Tapanuli Utara ke-23 dengan mengusung tema “Gotong Royong Wujudkan Pasal 33 UUD 1945”. Kegiatan tersebut digelar pada Senin, 23 Maret 2026, di Wisma Hotel Hineni, Kabupaten Tapanuli Utara.

Acara berlangsung khidmat dan dihadiri sejumlah unsur penting, di antaranya anggota DPRD Tapanuli Utara Sabungan Parapat, perwakilan Polres Tapanuli Utara, perwakilan Kodim Tapanuli Utara, serta pengurus pusat GMNI yang diwakili Frimus Nababan. Selain itu, turut hadir Bendahara DPD GMNI Sumatera Utara, Sarinah Lydia Sihombing.

Ketua Cabang GMNI Tapanuli Utara, Daniel Nababan, dalam sambutannya menegaskan bahwa peringatan Dies Natalis bukan sekadar seremoni, melainkan momentum refleksi atas perjuangan mahasiswa dalam menjaga nilai-nilai kebangsaan.

“Tema gotong royong yang kita angkat hari ini merupakan panggilan bagi seluruh kader GMNI untuk terus memperkuat solidaritas, baik di internal organisasi maupun dalam kehidupan bermasyarakat,” ujar Daniel Nababan.

Ia menambahkan, sebagaimana tertuang dalam Pasal 33 UUD 1945, perekonomian nasional disusun sebagai usaha bersama berdasarkan asas kekeluargaan. Oleh karena itu, menurutnya, GMNI harus mampu hadir sebagai pelopor dalam mewujudkan keadilan sosial dan kesejahteraan rakyat.

“GMNI harus menjadi garda terdepan dalam memperjuangkan nilai-nilai tersebut, termasuk dalam mewujudkan Trisakti Bung Karno,” katanya.

Secara terpisah, perwakilan pengurus pusat GMNI, Frimus Nababan, menyampaikan bahwa peran mahasiswa sebagai agen perubahan harus terus diperkuat melalui gerakan intelektual yang berorientasi pada kepentingan rakyat.

Sementara itu, Daniel Nababan juga menegaskan komitmen GMNI Tapanuli Utara untuk terus berkontribusi dalam pembangunan daerah melalui berbagai program nyata di tengah masyarakat. Hal tersebut, kata dia, menjadi bagian dari implementasi nilai Marhaenisme yang menjadi ideologi perjuangan GMNI.

Rangkaian kegiatan Dies Natalis ini diisi dengan berbagai agenda, mulai dari penyampaian ucapan selamat dari para undangan hingga pelaksanaan Focus Group Discussion (FGD) bertema “Reaktualisasi Marhaenisme sebagai Corong Kemandirian Ekonomi dalam Trisakti Bung Karno”.

Kegiatan berlangsung dalam suasana penuh semangat kebersamaan. Para peserta terlihat aktif berdiskusi dan bertukar gagasan terkait peran strategis mahasiswa dalam mendorong kemandirian ekonomi nasional.

Melalui momentum ini, GMNI diharapkan semakin memperkuat soliditas organisasi serta mempertegas posisinya sebagai agen perubahan di tengah masyarakat. Semangat gotong royong yang diusung dinilai relevan dalam menghadapi berbagai tantangan sosial dan ekonomi saat ini.

Dengan mengedepankan nilai-nilai Pancasila dan Undang-Undang Dasar 1945, GMNI diharapkan terus konsisten memperjuangkan terwujudnya masyarakat yang adil dan makmur.