MEDAN, kedannews.co.id ā Ketua DPC PDI Perjuangan Kota Medan, Hasyim SE, memastikan para pedagang Pasar Sambas tetap dapat berjualan hingga melewati Idul Fitri tahun ini. Kepastian tersebut disampaikan usai meninjau langsung kondisi pasar bersama jajaran pengurus partai, Rabu (4/2).
Hasyim mengungkapkan, pihaknya telah berkoordinasi dengan sejumlah pihak terkait guna memberikan ruang dan waktu yang cukup bagi pedagang sebelum proses relokasi dilakukan. Menurutnya, langkah tersebut merupakan bentuk keberpihakan terhadap pedagang kecil yang menggantungkan penghasilan dari aktivitas harian di pasar.
āPedagang itu siap pindah, tapi jangan diburu-buru. Mereka butuh waktu. Apalagi ini menjelang Imlek dan Idul Fitri, momentum penting bagi ekonomi pedagang kecil,ā ujar Hasyim didampingi Sekretaris Boydo HK Panjaitan dan Bendahara Ustaz Fuad Akbar.
Ia menegaskan, pada prinsipnya para pedagang tidak menolak keputusan hukum yang berlaku dan bersedia mengikuti kebijakan relokasi. Namun, ia mengingatkan agar pelaksanaan kebijakan tersebut mempertimbangkan aspek sosial dan ekonomi masyarakat.
Sebagai Anggota DPRD Provinsi Sumatera Utara, Hasyim menilai usulan penundaan relokasi hingga pasca-Idul Fitri merupakan aspirasi yang wajar dari pedagang. Ia mengatakan partainya berupaya agar permohonan tersebut dapat dikabulkan melalui koordinasi dengan instansi terkait.
āKami melihat pedagang ini justru menjadi pihak yang paling terdampak. Mereka selama ini berjualan mengikuti arahan pengelola pasar. Jadi tidak tepat jika langsung diposisikan sebagai pelanggar,ā tegasnya.
Dalam kunjungan tersebut, turut hadir sejumlah pengurus DPC di antaranya Felixianus Simbolon, Tumpal Napitupulu, Agus Setiawan, dan Hermanto Sagala. Hadir pula jajaran pengurus PAC Medan Kota serta Satgas Cakra Buana.
Selain mendorong masa transisi hingga setelah Idul Fitri, Hasyim juga meminta PUD Pasar Kota Medan untuk menghentikan sementara penarikan retribusi kepada pedagang. Menurutnya, penarikan retribusi di tengah ketidakpastian status lokasi dapat memperberat beban ekonomi pedagang.
āKalau statusnya belum jelas dan mereka diminta bersiap pindah, sebaiknya retribusi dihentikan dulu sementara. Jangan sampai pedagang mengalami kerugian ganda,ā katanya.
Hasyim menyebut keberpihakannya kepada pedagang merupakan bagian dari komitmen ideologis partai dalam membela wong cilik. Ia merujuk pada arahan Ketua Umum Megawati Soekarnoputri agar seluruh kader turun langsung membantu masyarakat yang menghadapi persoalan.
Ia berharap, hasil koordinasi yang telah dilakukan dapat menghasilkan solusi yang adil dan proporsional, di mana ketentuan hukum tetap dihormati, namun pedagang juga diberi waktu dan kesempatan yang layak untuk menata kembali usahanya setelah Imlek dan Idul Fitri.
Hasyim menambahkan, komunikasi antara pemerintah daerah, pengelola pasar, dan perwakilan pedagang perlu terus dilakukan agar tidak terjadi kesalahpahaman di lapangan. Dengan pendekatan dialogis, ia optimistis kebijakan relokasi dapat berjalan tertib tanpa menimbulkan gejolak sosial.












