Medan, kedannews.co.id – Sejumlah tokoh dan komponen masyarakat Melayu di Kota Medan menggelar kegiatan silaturahmi dan buka puasa bersama sekaligus menyatakan dukungan terhadap Surat Edaran (SE) Wali Kota Medan Nomor 500.7.1/1540 tentang penataan dan penertiban perdagangan makanan non halal yang saat ini menjadi polemik.
Kegiatan tersebut berlangsung di kediaman tokoh Melayu Medan Utara, H Muazad Zein SE, di Jalan Platina, Titi Papan, Jumat (27/2/2026). Acara ini turut dihadiri berbagai lembaga dan organisasi masyarakat Melayu, di antaranya Masyarakat Melayu Baru Indonesia (MABIN), PB ISMI, PB MABMI, PB GAMI, Ikatan Sarjana Melayu Hamparan Perak, LLMB, serta tokoh dan perwakilan masyarakat lainnya.
Mewakili komponen masyarakat Melayu, Sekretaris Jenderal MABIN, Syarifuddin Siba, menyampaikan bahwa seluruh unsur masyarakat Melayu yang hadir sepakat mendukung penuh kebijakan Wali Kota Medan dalam menata perdagangan makanan non halal.
“Kami dari seluruh komponen masyarakat Melayu yang hadir malam ini menyatakan dukungan terhadap kebijakan Wali Kota Medan terkait penataan penjualan makanan non halal. Ini merupakan langkah yang tepat dan patut diapresiasi,” ujarnya.
Ia juga mengajak seluruh masyarakat untuk tetap menjaga kerukunan di tengah keberagaman suku dan agama yang selama ini hidup berdampingan di Kota Medan.
“Kita harus menahan diri dan menjaga persaudaraan. Selama ini kita hidup rukun dalam keberagaman. Jangan sampai persoalan ini memicu konflik. Semua masyarakat adalah saudara di Kota Medan,” tegasnya.
Sebelumnya, tuan rumah H Muazad Zein bersama panitia HA Nuar Erde dan OK Awaluddin mengucapkan terima kasih atas kehadiran para undangan. Menurut mereka, kegiatan ini bertujuan mempererat silaturahmi sesama masyarakat Melayu sekaligus memperkuat persatuan.
“Kegiatan seperti ini akan terus dilakukan untuk mempererat kebersamaan dan memperkuat solidaritas. Kita juga harus saling menguatkan dalam menjaga marwah dan identitas Melayu,” ujar mereka.
Dalam kesempatan itu, Syarifuddin Siba juga mengingatkan pentingnya menjaga jati diri Melayu yang dikenal terbuka, ramah, dan bersahabat. Ia menilai semangat kebersamaan harus terus ditumbuhkan agar masyarakat Melayu tetap solid.
Sementara itu, Sekjen PB ISMI, Yanhar Djamaluddin, menyampaikan salam dari Ketua Umum PB ISMI di Jakarta dan menegaskan pentingnya memperkuat komunikasi antarorganisasi Melayu.
“Nuansa kebersamaan seperti ini harus terus dijaga. PB ISMI juga telah menjalin komunikasi dengan PB MABMI untuk memperkuat solidaritas masyarakat Melayu,” ujarnya.
Sekjen PB MABMI, Datuk Milwan, menambahkan bahwa masyarakat Melayu saat ini merasa perlu memperkuat identitas dan kebersamaan di tengah dinamika yang terjadi.
“Pertemuan ini sangat positif. Kita harus menjaga identitas dan memperkuat kebersamaan. Isu yang berkembang saat ini harus disikapi dengan bijak dan penuh persatuan,” katanya.
Di akhir acara, Ketua Dewan Pakar PB ISMI, Prof Djohar Arifin Husein, mengusulkan agar berbagai komponen masyarakat Melayu membuat surat dukungan resmi kepada Wali Kota Medan.
“Kita tidak boleh membiarkan Wali Kota Medan berjuang sendiri. Kita akan menyampaikan dukungan secara resmi. Jika ada hal yang tidak patut, kita siap memberikan klarifikasi dan menjaga marwah Melayu,” ujarnya.
Acara ditutup dengan buka puasa bersama, shalat Magrib dan Tarawih berjamaah, serta diskusi santai antar tokoh Melayu. Hadir dalam kegiatan tersebut sejumlah akademisi, ulama, tokoh masyarakat, serta perwakilan perempuan Melayu yang semakin menambah semangat kebersamaan dalam menjaga persatuan dan keharmonisan di Kota Medan.












