Politik & Pemerintahan

Medan Bersatu di Hari Raya, Rico Waas Tegaskan Semangat Medan untuk Semua

0
×

Medan Bersatu di Hari Raya, Rico Waas Tegaskan Semangat Medan untuk Semua

Sebarkan artikel ini

Pemko Medan Gelar Salat Idulfitri 1447 H, Wali Kota Ajak Warga Perkuat Persatuan dan Bangun Kota Inklusif

Wali Kota Medan dan ribuan warga mengikuti Salat Idulfitri di Lapangan Merdeka Medan dengan khidmat dan penuh kebersamaan, Sabtu (21/3/2026) (kedannews.co.id/Foto: Ist).

Medan, kedannews.co.id – Ribuan warga memadati Lapangan Merdeka Medan, Sabtu (21/3/2026), mengikuti Salat Idulfitri 1447 Hijriah yang digelar Pemko Medan. Suasana khidmat dan hangat terasa saat masyarakat menunaikan ibadah sekaligus merayakan hari kemenangan bersama keluarga dan tetangga.

Wali Kota Medan, Rico Tri Putra Bayu Waas, hadir bersama Wakil Wali Kota H. Zakiyuddin Harahap, Sekretaris Daerah Wiriya Alrahman, Ketua TP PKK Kota Medan Ny. Airin Rico Waas, istri Wakil Wali Kota Ny. Martinijal Zakiyuddin Harahap, Ketua Dharmawanita Kota Medan Ny. Ismiralda Wiriya Alrahman, serta tokoh masyarakat dan tokoh agama. Kehadiran jajaran Pemko Medan menambah hangatnya suasana Idulfitri yang sarat makna.

Pelaksanaan salat dipimpin Imam Adnan Tumangger, Spd, dengan khatib Ir. H. Tifatul Sembiring.

Dalam sambutannya, Rico Waas menekankan pentingnya menjadikan Idulfitri sebagai momentum untuk memperkuat persatuan dan kebersamaan seluruh lapisan masyarakat. Ia menegaskan bahwa pembangunan kota harus mengedepankan kolaborasi semua pihak demi terciptanya Medan untuk Semua.

“Idulfitri ini menjadi momentum bagi kita semua untuk kembali bersatu, memperkuat kebersamaan, dan bersama-sama membangun Kota Medan yang kita cintai,” kata Rico Waas di hadapan ribuan warga.

Rico Waas menyadari keberagaman Medan yang tinggi membutuhkan pendekatan berbeda dalam menyatukan seluruh elemen masyarakat. Ia menekankan pentingnya komunikasi yang berkelanjutan dan strategi yang tepat bagi masing-masing kelompok.

“Semua elemen harus dirangkul satu per satu dengan cara komunikasi yang berbeda-beda. Kita paham Medan ini sangat majemuk, jadi tidak bisa sekali jalan langsung selesai. Ini butuh proses terus-menerus,” jelasnya.

Selain itu, Wali Kota Medan memaknai Idulfitri sebagai waktu refleksi dan otokritik terhadap pembangunan kota. Ia menyinggung bencana banjir baru-baru ini sebagai pengingat pentingnya perhatian terhadap lingkungan dan infrastruktur.

“Kita baru saja melewati bencana. Ini menjadi pengingat bagi kita semua untuk lebih memperhatikan lingkungan dan sesama. Pembangunan infrastruktur harus diperkuat agar masyarakat lebih berdaya dan kota kita semakin tangguh ke depan,” ujar Rico Waas.

Rico Waas juga mengingatkan bahwa pembangunan harus berorientasi pada kepentingan masyarakat luas, bukan kepentingan pribadi atau kelompok tertentu. Dengan pendekatan ini, manfaat pembangunan dapat dirasakan oleh seluruh warga.

Kepada generasi muda, khususnya Gen Z, Wali Kota menekankan pentingnya menjaga diri dari pengaruh negatif dan memanfaatkan teknologi secara bijak. Ia menyoroti tiga hal yang harus dihindari, yaitu penyalahgunaan narkoba, praktik judi, dan penggunaan teknologi yang tidak produktif.

“Kita yang harus mengendalikan teknologi, jangan sampai kita yang dikendalikan. Gunakan gadget untuk hal-hal yang produktif, untuk berusaha dan membangun masa depan, bukan sekadar menjadi penonton,” jelas Rico Waas.

Dalam kesempatan itu, Rico Waas berharap semangat Idulfitri—yang sarat nilai kebersamaan, keikhlasan, dan saling memaafkan—dapat terjaga sepanjang tahun, tidak hanya saat hari raya. Ia optimistis, dengan dukungan seluruh masyarakat, Medan dapat berkembang menjadi kota yang inklusif, maju, dan sejahtera.

“Semoga semangat Idulfitri ini terus kita bawa dalam setiap langkah membangun Medan, menjadikan kota ini rumah yang nyaman untuk semua,” pungkasnya.

Sebelumnya, khatib Ir. H. Tifatul Sembiring dalam tausyiahnya mengingatkan pentingnya memanfaatkan momentum Idulfitri untuk meningkatkan taqwa dan amal ibadah. Ia juga mendoakan agar seluruh rakyat Indonesia dijauhkan dari musibah dan bencana.

“Mudah-mudahan segala perjuangan amal ibadah kita, rukuk kita, sujud kita, qiyam kita diterima Allah SWT. Semoga kita semua dijauhkan dari segala macam musibah dan bencana,” ucap Tifatul Sembiring.