Batu Bara, kedannews.com – Dalam rangka melestarikan adat istiadat Wangsa Melayu, yang mampu mengakomodir masukan menuju kesejahteraan, tiga desa bersatu membentuk satu wadah “Melayu Bertuah” (MB). Kehadiran MB sebagai salah satu kearifan lokal dan pantas hadir di Bumi Melayu Batu Bara.
Hal tersebut diungkapkan oleh Ketua Melayu Bertuah, Datuk Matsyah, saat dikonfirmasi wartawan kedannews.com Kamis (09/06/2022).
Dikatakan Matsyah, sebagai tokoh Melayu Desa Kuala Tanjung (Ok. Khairul), Desa Lalang (Mhd Isya) dan Desa Kuala Indah (Matsyah) di wadah Melayu Bertuah.
Pembentukan tersebut berdasarkan pertemuan para tokoh Melayu tiga Desa, Kuala Indah, Kuala Tanjung dan Desa Lalang pada hari Sabtu, tanggal 14 Mei 2022 bertepatan 13 Syawal 1443 H, di Galeri Datok Tanjung Limau Purut, Desa Kuala Indah, Negeri Kuala Tanjung.
“Melayu Bertuah berazaskan Islam, Pancasila dan UUD 1945, bersifat independen, kekeluargaan, sosial budaya, inovatif dan merupakan wadah berhimpunnya orang – orang Melayu,”ungkap Matsyah, yang juga sebagai Kepala Desa Kuala Indah.
“Kita akan memperjuangkan hak – hak warga untuk diberdayakan di tanah leluhurnya. Jangan sampai menjadi tamu dikampung sendiri, tidak menjadi gelandangan di negeri sendiri, dihargai, dihormati dan diakui sebagai pemilik syah Negeri Bertuah Kuala Tanjung,” tegas Datuk Matsyah.
Tahap awal kita masih berkutat di tiga negeri saja, target kita kedepan bisa merangkul 12 kecamatan 151 desa dan kelurahan.
Terkait Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga (AD/ART) sudah disusun dan tinggal disempurnakan kembali, tutup Madsyah.
Penulis : Sholeh Pelka
Editor : Sholeh Pelka












